Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
peluncuran produk kacamata halal Atalla yang menggunakan slogan Halal itu Baik  dan pertama kalinya ada di Indonesia, diadakan hari Selasa (5/11) di Hotel Gran Melia, Jakarta

peluncuran produk kacamata halal Atalla yang menggunakan slogan Halal itu Baik dan pertama kalinya ada di Indonesia, diadakan hari Selasa (5/11) di Hotel Gran Melia, Jakarta

Hadapi Industri Halal 2024

Attala Indonesia Luncurkan Produk Kacamata Halal

Imam Suhartadi, Selasa, 5 November 2019 | 23:00 WIB

Jakarta, Investor.id -  Indonesia merupakan negara yang memiliki pemeluk agama Islam terbesar di dunia.  Berdasarkan data Globalreligiusfuture, penduduk Indonesia yang beragama Islam pada 2010 mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87% dari total populasi. Mengonsumsi makanan dan menggunakan produk-produk halal tentu sangat penting bagi kehidupan sehari hari seorang muslim. 

Seperti diketahui, jika suatu produk memiliki logo Halal tentulah produk tersebut baik, higienis, dan terbuat dari bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi atau digunakan.  Terlebih, mulai tahun ini pemerintah telah mewajibkan produk makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, dan benda-benda lain untuk mulai memilki sertifikasi Halal, sesuai amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.  Berdasarkan kebijakan tersebut, berbagai produk wajib bersertifikat halal per 17 Oktober 2019 atau mulai 5 (lima) tahun setelah UU tersebut disahkan dan untuk selanjutnya Indonesia akan menuju kepada industri halal  2024.

Guna mendukung program pemerintah tersebut, PT Atalla Indonesia, perusahaan lokal yang bergerak di bidang produksi kacamata memiliki inisiatif untuk memproduksi kacamata bersertifikasi halal.  Acara peluncuran produk kacamata halal Atalla yang menggunakan slogan Halal itu Baik dan pertama kalinya ada di Indonesia, diadakan Selasa (5/11) di Hotel Gran Melia, Jakarta. 

Turut hadir dalam peluncuran tersebut, Ibu Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian; Bapak Wenjoko Sidharta, Direktur PT Atalla Indonesia dan Bapak Renville Rizanul, Manajer Pengembangan Usaha PT Atalla Indonesia dan beberapa perwakilan dari LPPOM MUI, Kementerian Perindustrian serta sejumlah pemilik optik yang merupakan rekan bisnis PT Atalla Indonesia.

Menurut Wenjoko Sidharta, Direktur PT Atalla Indonesia, semenjak bulan Oktober 2019, Attala Indonesia  telah menerima sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh LPPOM-MUI. 

"Mengenai penerapan sertifikasi halal ini ada 2 point yang terpenting yaitu pertama ada pada bahan baku dan kedua pada aspek manajemennya yang terdiri dari 3 hal yaitu proses produksi, proses logistik dan proses distribusi ,dimana di setiap proses tersebut diwajibkan menerapkan nilai-nilai kehalalan itu sendiri," kata Wenjoko dalam keterangan tertulisnya 

Mengantongi sertifikat halal sejak 2 Oktober 2019 dengan nomor sertifikat : 00170098951019, kacamata halal Atalla ini didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian.  Kementerian menilai adanya sertifikasi halal ini akan dapat meningkatkan daya saing produk lantaran sebagian besar konsumen di Indonesia beragama Islam.

Lebih lanjut Gati Wibawaningsih, Dirjen IKMA, Kementerian Perindustrian mengatakan, jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, kacamata merupakan produk selain makanan dan minuman yang penahapan kewajiban sertifikasi halal baru akan dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 hingga 17 Oktober 2026.

"Oleh karena itu saya memberikan apresiasi kepada PT Atalla Indonesia yang secara proaktif telah melakukan kewajiban untuk sertifikasi halal terhadap produknya sebelum ketentuan wajib halal untuk selain produk makanan dan minuman diberlakukan," katanya.

Jumlah pengguna kacamata di Indonesia masih kurang dari 10% dari total keseluruhan penduduk di Indonesia. Sedangkan kebutuhan kacamata dan lensa di Indonesia masih mengandalkan produk import yang besarnya 95%.

Dibandingkan dengan Negara tetangga atau Negara lainnya seperti di Singapore dan Hong Kong yang pengguna kacamatanya telah lebih dari 60%, maka dapat dibayangkan betapa besarnya potensi dan pasar kacamata maupun lensa di Indonesia, yakni 60% dari 250 juta penduduk berarti kebutuhannya adalah 150 juta kacamata/lensa. Terlebih lagi saat ini sebagian orang telah menjadikan kacamata bagian dari fashion, sehingga mereka akan mengganti kacamata mereka 2-3 kali dalam 1 tahun.

Melihat peluang yang sedemikian besar, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2000 dengan jumlah karyawan awal 20 dan terus berkembang hingga memiliki pabrik sendiri dan memberikan pelatihan para staffnya ke luar negeri untuk mempelajari proses pembuatan lensa tersebut, kini telah mampu memproduksi kacamata dan lensa hingga 5.000 lusin atau 60.000 kacamata dan lensa per harinya dan memiliki jumlah karyawan sekitar 500 orang.

“Sebagai satu-satunya Industri Kacamata di Indonesia, PT Atalla Indonesia pernah beberapa kali hendak diakusisi oleh beberapa perusahaan asing. Namun kami selalu menolak dengan halus tawaran tersebut, karena kami bangga sebagai perusahaan dalam negeri.  Satu hal lagi, kami memiliki visi ingin menjadikan PT Atalla Indonesia sebagai basis utama industri kacamata di dunia yang telah mengimplementasikan tehnologi 4.0, sehingga Indonesia mampu untuk swasembada kacamata, tanpa adanya produk Impor”, kata Wenjoko Sidharta.

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA