Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan BPOM mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan BPOM mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

TINGKAT KEMANJURAN 65%

BPOM Izinkan Penggunaan vaksin Sinovac

Selasa, 12 Januari 2021 | 07:16 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id  – CoronaVac, vaksin Covid-19 milik Sinovac asal Tiongkok, mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/ EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksinasi anti-Covid-19 akan dimulai Rabu pekan ini.

“Vaksin CoronaVac memenuhi persyaratan mendapatkan EUA,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito, Senin (11/1).

Dia mengatakan, dalam memutuskan pemberian otorisasi darurat, BPOM mempertimbangkan hasil uji klinis di Indonesia, Brasil, dan Turki, yang menunjukkan antivirus SARS-CoV-2 itu memiliki keamanan dan kemanjuran (efikasi) menangkal Covid-19.

Selain itu, kata dia, vaksin Sinovac tersebut memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa mendapatkan izin EUA dengan tingkat efikasi minimal 50%. Sementara itu, dari uji klinis di Bandung yang dilakukan Biofarma dan Sinovac, efikasi CoronaVac mencapai 65,3%. Selanjutnya, dalam uji klinis di Turki, efikasi Sinovac mencapai 91% dan Brasil 78%.

Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan BPOM mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV
Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan BPOM mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

Penny mengatakan, pemberian EUA oleh BPOM itu juga mempertimbangkan hasil rapat bersama lintas sektor seperti Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI, ahli epidemi dan unsur terkait lainnya. BPOM dan pemangku kepentingan terkait terus mengawasi proses vaksinasi terutama efek samping dari vaksin Sinovac tersebut.

Pengawasan juga dilakukan untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sebelumnya, BPOM memastikan bahan vaksin Covid-19 CoronaVac aman. Hal ini berdasarkan evaluasi terhadap 1,2 juta vaksin CoronaVac yang datang pada 6 Desember 2020.

BPOM telah menerbitkan sertifikat lot release 1,2 juta dosis vaksin itu. Lot release adalah persyaratan dari World Health Organization (WHO) berupa proses evaluasi yang dilakukan oleh otoritas obat setiap negara terhadap hasil uji dan/atau review dokumen mutu lot/batch suatu produk vaksin untuk menjamin mutu setiap lot/ batch vaksin tersebut.

Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan BPOM mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV
Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan BPOM mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

Di sisi lain, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac PT dan Bio Farma. Fatwa ini mengikat pada tiga vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Life Science Co. Ltd. Tiongkok dan Bio Farma, yakni CoronaVac, Vaksin Covid-19, dan Vac2Bio.

Poin pertama Fatwa Nomor 02 Tahun 2021 menyatakan, vaksin Sinovac dan Biofarma hukumnya suci dan halal. Pada poin kedua, fatwa ini menyebutkan, vaksin Covid-19 Sinovac dan Bio Farma boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamananannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten. Jumat pekan lalu, Komisi Fatwa MUI telah menetapkan kehalalan dan kesucian vaksin ini melalui sidang pleno. Seiring dengan itu, pemerintah memastikan vaksinasi Covid-19 secara nasional akan dilakukan, Rabu (13/1).

Dampaknya akan terlihat dalam tiga bulan mendatang. Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, pelaksanaan protokol kesehatan harus tetap diterapkan secara ketat untuk dapat mengendalikan Covid-19, kendati vaksinasi telah dimulai.

Pasalnya, saat ini, terjadi second wave Covid-19 di beberapa negara, seperti Jepang dan Inggris. Bahkan, Thailand menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

“Tetap patuhi protokol kesehatan. Kita harus all out hadapi Covid-19. Jangan sampai ekonomi maju, tetapi tidak bisa kendalikan Covid-19,” tutur dia. Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani menerangkan, vaksinasi anti-Covid menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini. Penentuan waktu distribusi_vaksin_akan sangat menentukan rasa keyakinan, mobilitas, dan pergerakan ekonomi Indonesia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN