Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kuda

kuda

Impor Binatang Hidup dari Tiongkok Sementara Dihentikan

Kamis, 13 Februari 2020 | 15:11 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA - Pemerintah mengantisipasi merebaknya virus corona dari Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan menghentikan sementara impor binatang hidup dari RRT atau pun importasi binatang hidup yang telah transit dari RRT. Namun demikian, tidak berlaku bagi produk ikan dikarenakan ikan tidak termasuk pembawa virus corona.

Hal ini tertuang dalam beleid Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari RRT. Aturan yang berlaku pada 7 Februari 2020 tidak melarang impor ikan dari Tiongkok.

Sektretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menuturkan, ikan masih diperbolehkan impor dari Tiongkok karena bukan pembawa atau carrier virus corona.

"Akhirnya diputuskan ada pemberhentian atau larangan sementara impor binatang hidup, tidak termasuk produk ikan. Karena perikanan bukan carrier corona virus," jelas Oke di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2).

Adapun jenis binatang yang dilarang importasinya terdiri dari 53 pos tarif barang, antara lain kuda, keledai, bagal, dan hinnie hidup; binatang hidup jenis lembu; babi hidup; biri-biri dan kambing, hidup; unggas hidup, yaitu ayam dari spesies gallus domesticus, bebek, angsa, kalkun dan ayam guinea; serta binatang hidup lainnya yang menyusui.

Selain itu, larangan impor juga termasuk pada binatang hidup yang ada pada komedi putar, ayunan, galeri tembak dan permainan taman hiburan lainnya; binatang hidup pada sirkus keliling dan travelling menagerie; serta teater keliling.

Selanjutnya, Oke menambahkan, pemerintah tidak mengatur larangan impor bawang putih yang berasal dari Tiongkok, sebab tidak berhubungan langsung dengan virus corona.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, dengan terbitnya aturan tersebut pemerintah tak membatasi impor komoditas pangan lainnya.

"Kalau impor dilarang baru 1, binatang hidup, kalau lain-lain tidak benar, tidak ada larangan ekspor dan impor kecuali untuk binatang hidup, kecuali ikan. Itu saja, yang lain tidak ada, sudah diputuskan seperti itu. Supaya tidak ada isu-isu lagi, tadi diingatkan semua kementerian jangan ada statement seperti itu," tegas Iskandar.

Selain itu, dalam permendag juga ada ketentuan, importir wajib mengekspor kembali ke negara asal atau memusnahkan binatang hidup yang dilarang tersebut, yang tiba di pelabuhan Indonesia saat Permendag ini berlaku.

Waktu ketibaan binatang hidup di pelabuhan Indonesia ini dibuktikan dengan tanggal pengajuan dokumen pemberitahuan pabean dalam rangka impor berupa dokumen BC 1.1, BC 2.0, BC 2.1, BC 2.2, BC 2.3, BC 1.6, PPFTZ-01, atau consignment note.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN