Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto. Foto: IST

Airlangga Hartarto. Foto: IST

Industri 4.0 Kerek Ekspor Bersih 10%

LEO, Minggu, 24 Februari 2019 | 14:07 WIB

JAKARTA – Pemerintah gencar mengimplementasikan industri 4.0, karena memiliki potensi luar biasa dalam mendorong perubahan kebijakan industri manufaktur.

Selain meningkatkan  ekspor bersih (net expor t) sebesar 10% atau 13 kali lipat dibandingkan saat ini, penerapan industri 4.0 akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 1-2%, penyerapan tambahan 10 juta lebih tenaga kerja, dan peningkatan kontribusi industry manufaktur terhadap perekonomian.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartar to mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menerapkan industri 4.0, karena sedang menikmati bonus demografi hingga 2030.

Negara- negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) mengalami booming pertumbuhan saat bonus demografi dan masa ini adalah peak performance bagi Indonesia untuk mengakselerasi ekonominya.

“Kita telah melihat banyak negara, baik negara maju maupun Negara berkembang, menyerap pergerakan ini ke dalam agenda nasional mereka,untuk merevolusi strategi industri dan meningkatkan daya saing dalam pasar global,” kata dia di Jakarta, Jumat (22/2).

Menperin optimistis, Indonesia akan melompat jauh ke arah ekonomi yang lebih kuat. “Kita bisa lihat bahwa langkah-langkah awal pelibatan teknologi dalam ekonomi Indonesia telah melahirkan empat unicorn, yaitu GoJek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak,” sebut dia.

Airlangga mengatakan, Indonesia adalah negara dengan jumlah unicorn terbanyak di Asean. Unicorn atau perusahaan start up dengan valuasi di atas US$ 1 miliar, tidak hanya mendorong pemanfaatan teknologi yang makin luas, namun juga mengangkat perekonomian masyarakat dengan memudahkan para pelaku ekonomi mikro mendapat akses pasar.

Indonesia, terang dia, sudah siap memasuki era industri 4.0. Hal ini ditandai melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018. Peta jalan tersebut menjadi strategi dan arah yang jelas dalam upaya merevitalisasi sektor manufaktur.

Sasaran Making Indonesia 4.0 meliputi peningkatan produktivitas tenaga kerja hingga dua kali lipat dibandingkan peningkatan biaya tenaga kerja, dan alokasi aktivitas penelitian dan pengembangan (litbang) teknologi dan inovasi sebesar 2% dari PDB.

Airlangga menegaskan, roadmap ini untuk mewujudkan aspirasi besar yang hendak dicapai dengan aplikasi industri 4.0 di Indonesia, yaitu menjadi peringkat 10 besar ekonomi dunia pada 2030 dengan meningkatkan nett export, meningkatkan kontribusi sector manufaktur terhadap PDB, mencapai produktivitas yang kompetitif.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN