Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adhi S Lukman, Foto:: IST

Adhi S Lukman, Foto:: IST

Industri Mamin Perkuat SDM untuk Hadapi Industri 4.0

LEO, Minggu, 24 Februari 2019 | 14:18 WIB

TANGERANG – Pemerintah sedang gencar mempersiapkan industri manufaktur dalam negeri untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Salah satu yang diperlukan untuk menghadapi era ini adalah memperkuat sumber daya manusia (SDM) industri.

Hal itu dilakukan oleh industry makanan dan minuman (mamin) olahan nasional selaku penyumbang PDB industri terbesar sekaligus sektor contoh penerapan industri 4.0 bersama otomotif, elektronik, kimia, dan tekstil.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, revolusi industry 4.0 tidak bisa dihindari, karena dunia sudah berubah dan negara-negara lain juga sedang melakukan hal itu.

“Kalau kita tidak melakukan, kita akan kalah dalam persaingan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyiapkan SDM,” kata dia di Tangerang, baru-baru ini.

Adhi menerangkan, persiapan perlu dilakukan agar SDM yang dulunya tidak menguasai menjadi menguasai, sehingga ada peralihan kemampuan. Hal ini akan membuat para tenaga kerja tidak perlu takut kehilangan pekerjaan akibat revolusi industri.

“Makanya pemerintah bikin vokasi dengan menggandeng industri, termasuk anggota kami. Nanti kalau tidak salah, akhir bulan ini Menperin mau merilis progam vokasi nasional,” ucap dia.

Adhi mengungkapkan, revolusi industri 4.0 memiliki banyak manfaat bagi industri. Contohnya, produksi bisa lebih terpantau dan logistik lebih rapi. Industri mamin dalam negeri juga mulai menerapkan program industry 4.0 di beberapa lini usahanya, meski belum 100%.

“Industri mamin yang siap menerapkan revolusi industri ini adalah perusahaan besar yang memiliki cukup modal,” kata dia.

Adhi juga mendorong perusahaan menengah hingga kecil untuk mengimplementasikannya, sehingga dapat merasakan manfaat yang sama. Dia meyakini tahun ini akan semakin banyak industri makanan dan minuman yang menerapkan sistem 4.0 dalam usahanya.

“Kalau insentif super deductible tax itu sudah keluar, pasti akan lebih banyak yang akan mengimementasikannya,” ujar dia.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengusulkan isentif pajak itu sampai 200% kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi, serta insentif sampai 300% pada industri yang melakukan kegiatan research and development (RnD) untuk menghasilkan inovasi.

Kementerian itu juga telah menggelontorkan dana sebesar Rp 1,78 triliun untuk program pendidikan vokasi industri di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Saat ini, Kemenperin gencar melakukan sosialiasi kepada para pelaku industri manufaktur di Indonesia mengenai indikator penilaian penerapan teknologi industri 4.0 atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Langkah ini merupakan bagian dari tahap implementasi Making Indonesia 4.0.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara menerangkan, INDI 4.0 merupakan sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan menuju industri 4.0.

Bagi industri, INDI 4.0 mempunyai banyak fungsi, di antaranya sebagai acuan untuk menentukan posisi perusahaanyang kaitannya dengan industri 4.0 sehingga dapat menentukan strategi perusahaan ke depan. Ngakan menambahkan, sejumlah negara juga sudah memiliki system pengukuran implementasi industri 4.0, seperti Industrie 4.0 Readiness dari VDMA Jerman dan The Singapore Smart Industry Readiness Index.

“Yang membedakan INDI 4.0 dengan indeks tersebut adalah adanya penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi industri di Indonesia,” ucap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN