Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Carmelita Hartoto..

Carmelita Hartoto..

INSA Konsisten Tolak Revisi UU No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran

Ridho Syukra, Rabu, 9 Oktober 2019 | 15:22 WIB

JAKARTA, investor.id - Indonesia National Shipowner Association (INSA) tetap konsisten menolak revisi Undang Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

INSA menolak undang undang tersebut direvisi karena ada usulan memberikan peluang kepada pelayaran asing untuk melayani penumpang dan barang antarpulau dan antarpelabuhan dalam negeri.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan, sampai saat ini, pelayaran dalam negeri masih sanggup memenuhi kebutuhan pelayarannya dan tidak memerlukan bantuan asing.

Anggota INSA sudah mempunyai lebih dari 25 ribu unit armada dan diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan.

“Wacana revisi UU pelayaran kembali muncul dan kami tetap konsisten menolaknya karena mengancam industri pelayaran dalam negeri,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (9/10).

Dengan armada yang cukup banyak, pelayaran nasional sudah mampu melayani kargo domestik dan INSA tidak membutuhkan investor dari luar untuk menambah armada.

Ia mengatakan banyak hal lain yang lebih penting diurusi daripada pembahasan UU Pelayaran.

INSA terus meminta pemerintah agar meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menurunkan biaya logistik Indonesia yang masih dikenal tinggi.

Permasalahan dari tahun ke tahun adalah biaya logistik Indonesia masih cukup tinggi dan perlu peningkatan infrastruktur sebagai solusi utamanya.

Pembangunan infrastruktur yang berkualitas secara tidak langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan biaya logistik.

“Lebih baik fokus pada infrastruktur dan bagaimana cara menambah infrastruktur daripada mengurus hal hal yang tidak penting seperti revisi UU pelayaran,” ujar dia.

Untuk mendukung pertumbuhan industri maritim yang berkelanjutan, INSA juga akan berpatisipasi dalam acara Indonesia Maritime Expo-IME 2019 yang merupakan pameran dan konferensi industri maritim terbesar yang diadakan dua tahun sekali.

IME 2019 akan berlangsung pada 16-18 Oktober 2019 di Jiexpo, Jakarta yang akan diikuti oleh tujuh negara.

INSA sebagai partner IME 2019 sangat antusias dan ingin membuktikan kepada dunia bahwa pelyaran Indonesia sudah bisa berdaya saing.

IME 2019 tidak hanya membahas perkembangan industri maritim tetapi juga membahas tantangan dalam industri maritim.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA