Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebutuhan Bawang Putih Impor

Kebutuhan Bawang Putih Impor

Izin Impor 62 Ribu Ton Bawang Putih Segera Terbit

Kamis, 13 Februari 2020 | 15:46 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan menyebutkan izin impor 62 ribu ton bawang putih dalam waktu dekat akan segera terbit, dari 103 ribu ton izin rekomendasi yang diberikan Kementerian Pertanian.

"Dalam proses, sudah ini kita proses, yang baru masuk dalam proses itu sekitar 62 ribu ton dan akan segera terbit," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2).

Menurut dia, persetujuan impor itu sudah bisa diproses karena persyaratannya sudah lengkap. Meski begitu, Oke belum bisa menjelaskan detail jumlah importir yang akan segera mengantongi izin impor untuk 62 ribu ton bawang putih tersebut.

Ia juga belum bisa memastikan 62 ribu ton bawang putih tersebut seluruhnya dari Tiongkok, namun ia menyebut izin impor tidak hanya dari Tiongkok tetapi juga dari India.

Oke mengatakan, impor bawang putih masih bisa dilakukan dari Tiongkok karena bawang putih bukan menjadi media penularan virus korona berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menerbitkan izin Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk bawang putih sebanyak 103 ribu ton dari Tiongkok.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan, penerbitan izin impor ini dilakukan karena stok bawang putih di dalam negeri kian menipis, yakni 70.000 ton. Stok tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai pertengahan Maret mendatang.

"Stok kurang lebih 70.000 ton. Jadi sampai bulan Maret itu sebetulnya dari stok masih cukup, tetapi kita sudah buka (impor) untuk mengantisipasi sampai dua-tiga bulan ke depan," kata Prihasto saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (10/2).

 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN