Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Peninjauan Kawasan Industri Batang, di Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Peninjauan Kawasan Industri Batang, di Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Jokowi: Indonesia Harus Jadi Tujuan Utama Relokasi Perusahaan Asing

Ridho Syukra, (elgor)  Selasa, 30 Juni 2020 | 18:41 WIB

BATANG, investor.id - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia harus menjadi tujuan relokasi perusahaan asing terutama perusahaan asal Tiongkok. Presiden tidak mau kejadian seperti tahun 2018 terulang lagi, dimana ketika itu banyak perusahaan Tiongkok yang berniat relokasi tetapi justru Vietnam yang menjadi target utama.

Jokowi menginginkan mulai tahun depan, Indonesia mulai berbenah diri dengan mulai merealisasikan pembangunan kawasan industri potensial terutama kawasan industri Batang, di Jawa Tengah.

Ia menargetkan pembangunan kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah bisa terealisasi tahun depan karena kawasan Batang ini sangat menjanjikan dengan luas hampir mencapai 4.300 hektare.

Ia memastikan terdapat tujuh perusahaan asing yang sudah memastikan ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia dan ada 17 perusahaan lainnya yang menyatakan komitmen.

Presiden pun meminta jajaran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk terus menarik investasi perusahaan asing ke Indonesia.

“Dengan adanya relokasi perusahaan asing ini sudah dipastikan akan ada penyerapan tenaga kerja bagi Indonesia,” ujar dia ketika menghadiri Peninjauan Kawasan Industri Batang, di Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Tingkat daya saing investasi Indonesia harus lebih baik dari negara lain agar menarik investor seperti kemudahan perizinan.

Hingga saat ini tujuh perusahaan yang sudah memastikan ingin relokasi dan bergabung dalam kawasan industri terpadu Batang adalah PT Meiloon Technology Indonesia, merelokasi pabrik dari Suzhou.

Kedua, PT Sagami Indonesia, merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok karena biaya pabrik dan tenaga kerja di Indonesia lebih kompetitif dari Tiongok. Ketiga, PT CDS Asia (Alpan) merelokasi pabrik dari Xiamen, Tiongkok karena tarif impor produknya dari Indonesia ke Amerika 0% dibanding tarif 25% dari Tiongkok ke Amerika.
Keempat, PT Kenda Rubber Indonesia, merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok karena peningkatan permintaan pasar di Indonesia.

Kelima, PT Denso Indonesia merelokasi pabrik dari Jepang karena memandang Indonesia sebagai lokasi terbaik setelah melakukan riset ke berbagai negara di kawasan Asean. Keenam, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, merelokasi dari Tiongkok karena ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar basis ekspor bagi beberapa kategori produk home appliances.

Ketujuh, PT LG Electronics Indonesia, merelokasi dari Korea Selatan dan berencana menjadikan Indonesia sebagai regional hub baru yang menjangkau pasar Asia dan Australia.

Selain tujuh perusahaan itu, ada 17 perusahaan yang berkomitmen merelokasi industrinya ke Indonesia dengan total investasi US$ 37 miliar dan perkiraan serapan tenaga kerja sebanyak 112.000 orang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pembangunan kawasan industri Batang, Jawa Tengah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk penguatan sektor industri di tanah air.

Kawasan Industri Batang dijadikan sebagai sentra manufaktur yang mempunyai tiga tumpuan yaitu Cikarang, Gresik dan Batang.

Lokasi pengembangan kawasan industri ini berdiri di atas lahan milik PTPN IX dan ia ingin memadukan industri yang ada di Jawa Tengah dengan kawasan yang ada di Brebes dan Kendal dan yang tak kalah menariknya ada kawasan wisata Borobudur.

Pengembangan kawasan industri Batang ini memiliki luas 4.300 hektare yang akan berlangsung dalam tiga fase, pembangunan fase pertama dilakukan seluas 450 hektare yang akan mulai dibangun tahun depan.
Ia juga meminta direksi PLN dan Pertamina untuk menyiapkan askes listrik dan gas.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN