Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: dok

Kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: dok

Kalbe Farma Revisi Target Pertumbuhan

Jumat, 31 Juli 2020 | 21:17 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) merevisi target pertumbuhan kinerja keuangan perseroan pada tahun ini. Perseroan mentargetkan pertumbuhan penjualan menjadi 4%-6% pada tahun 2020, dengan target pertumbuhan laba bersih perseroan sekitar 8%-10%.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata menjelaskan, revisi target tersebut seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mungkin berkepanjangan. Namun, perseroan tetap mempertahankan anggaran belanja modal (Capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi.

“Walaupun dampak Covid-19 terhadap makroekonomi Indonesia di kuartal II-2020 cukup menantang, perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang positif dan stabil,” jelas Bernardus dalam keterangan resminya, seperti dikutip Investor Daily, Jumat (31/7).

Adapun sebelumnya perseroan menargetkan penjualannya dapat bertumbuh sebesar 6%-8% dengan proyeksi peningkatan laba bersih sebesar 5%-6%. Kendati demikian, hingga semester I-2020, Kalbe Farma membukukan penjualan bersih sebesar Rp 11,60 triliun, meningkat 3,8% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 11,17 triliun. Adapun total penjualan bersih dikontribusi oleh penjualan divisi distribusi dan logistik yang tercatat naik 10,1% dari Rp 3,41 triliun menjadi Rp 3,75 triliun, serta menyumbang 32,4% terhadap total penjualan bersih.

Divisi produk kesehatan membukukan penjualan sebesar Rp 2,07 triliun atau meningkat 6,6% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,94 triliun, sehingga penjualan produk kesehatan berkontribusi sebesar 17,9% terhadap total penjualan bersih Perseroan. Sedangkan penjualan bersih dari divisi Nutrisi tercatat sebesar Rp 3,21 triliun menyumbang 27,7% dari total penjualan bersih. Kemudian, divisi obat resep perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 2,56 triliun, serta menyumbang 22,1% dari total penjualan bersih Kalbe di semester pertama tahun 2020.

Laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp 1,38 triliun hingga semester I/2020, naik 10,3% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,25 triliun. “Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi di biaya operasional, keuntungan selisih kurs dan tarif pajak yang lebih rendah,” jelas Bernardus.

Sementara itu, laba kotor naik 1,5% menjadi Rp 5,25 triliun dari sebelumnya sebesar 5,17 triliun. Rasio laba kotor terhadap penjualan turun menjadi 45,3% dari 46,3% untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh naiknya kontribusi penjualan dari bisnis distribusi dan logistik.

“Perseroan akan terus menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya,” kata Bernardus.

Dalam mendukung pemerintah dan masyarakat untuk dapat melawan dan melewati pandemi, sehingga perekonomian cepat pulih, Kalbe Farma berkontribusi di dalam menyediakan PCR test untuk rumah sakit rujukan pemerintah, di dalam uji klinis produk herbal Immunomodulator yaitu H2 (Health and Happiness) Cordyceps Militaris dan Fatigon Promuno.

Selain itu perseroan tengah melakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Indonesia, bekerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan – Genexine, yang rencananya vaksin tersebut dapat didistribusikan pada pertengahan tahun 2021.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN