Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kontainer. Foto ilustrasi: IST

Kontainer. Foto ilustrasi: IST

Kemendag Musnahkan Barang Impor Rp8 Miliar di Jatim

Investor Daily, Selasa, 10 September 2019 | 21:29 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) memusnahkan barang impor tidak sesuai izin dengan jumlah total 9 kontainer dengan nilai Rp8 miliar dari empat importir di Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Jenderal PKTN Kemendag Veri Anggrijono mengatakan barang yang dimusnahkan merupakan hasil temuan kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) pada periode Januari-Agustus 2019 di wilayah Jawa Timur.

Pada saat pemusnahan di kawasan pergudangan tambak langon Surabaya banyak ditemukan barang seperti raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer, dan kertas kanvas.

Pemusnahan dilakukan karena adanya pelanggaran yang dilakukan importir yaitu melakukan importasi tidak disertai perizinan impor yang sesuai.

Mekanisme pengawasan post border terdiri dari pemeriksaan kesesuaian antara izin impor milik pelaku usaha yang dikeluarkan Kemendag dengan barang yang diimpor.

“Mekanisme post border bertujuan untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan importasi namun sebagai konsekuensinya Kemendag akan memperketat pengawasan barang impor di luar pabean,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Selasa (10/9).

Kegiatan pemusnahan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan.

Setelah Surabaya, kegiatan pemusnahan akan dilakukan di beberapa daerah lainnya, Kemendag juga akan melakukan pemblokiran kepada pelaku usaha yang melanggar aturan.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA