Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Tatametal Lestari salah satu produsen baja nasional yang bisa melakukan ekspor di tengah pandemi

PT Tatametal Lestari salah satu produsen baja nasional yang bisa melakukan ekspor di tengah pandemi

Kemenperin Apresiasi Produsen Baja Tetap Ekspor Selama Pandemi

Rabu, 16 September 2020 | 08:18 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Sektor industri manufaktur di tanah air terus tumbuh agresif di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19 yang dapat dilihat dari keberhasilan industri baja menembus pasar ekspor.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi PT Tatametal Lestari sebagai salah satu produsen baja nasional yang bisa melakukan ekspor di tengah pandemi.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan industri baja nasional dengan mendorong terciptanya iklim usaha industri yang kondusif dan kompetitif dan diharapkan dapat meningkatkan utilasi serta kemampuan inovatif pada sektor tersebut.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi antara lain regulasi impor baja berdasarkan supply demand, fasilitasi harga gas bumi bagi sektor industri sebesar US$ 6/Mmbtu untuk menekan biaya produksi dan izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI) yang memberikan jaminan bagi industri untuk dapat tetap beroperasi dengan protokol kesehatan ketat sesuai disarankan pemerintah.

Dalam mendorong kinerja industri baja, pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan demand di pasar domestik, salah satunya dengan mendorong bahan baku baja dalam negeri untuk mendukung  proyek strategis nasional atau konstruksi nasional yang sedang digalakkan pemerintah.

Dalam hal ini pemerintah ikut menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).

Demand terbesar produk baja adalah dari konstruksi yang menyerap sekitar 51% dari produksi dalam negeri sehingga pabrik pabrik baja dalam negeri bisa dibangkitkan utilisasinya” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (15/9).

Ia menambahkan pada triwulan II tahun ini, industri logam dasar tumbuh 2,76% dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan industri dapat meningkatkan utilitas dan diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang bagus untuk daerah.

Sejak pandemi berlangsung, pada Maret hingga April, PT Tata Metal Lestari terus melakukan ekspor secara reguler ke beberapa negara tujuan dan baru baru ini, PT Tata Metal melakukan ekspor ke destinasi baru yaitu Pakistan dan Thailand dengan perkiraan volume sebesar 1.200 ton.

Meskipun tetap produktif melakukan produksi saat pandemi, PT Tata Metal Lestari dan PT Tatalogam Lestari selalu mengutamakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah serta keamanan pekerja di pabrik.

CEO PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi mengatakan PT Tata Metal Lestari dan PT Tata Logam Lestari merupakan prusahaan penyedia baja lapis Zinc Aluminium dengan merek Nexalume dan Baja ringan Taso.
Untuk mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19, perusahaan terus memonitoring kesehatan dan keamanan pekerja di pabrik dan proyek selama pandemi.

Protokol kesehatan dijalankan secara ketat, kebetulan pada September ini, utilisasi sangat tinggi dan sudah hampir 100%. Ia juga mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang memberikan izin mobilisasi IOMKI sehingga masih tetap bisa berproduksi.  

...

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN