Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi start-up. Foto: StartupStockPhotos (Pixabay)

Ilustrasi start-up. Foto: StartupStockPhotos (Pixabay)

Kemenperin Bentuk Ekosistem Startup

Rabu, 18 November 2020 | 14:29 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memacu pertumbuhan usaha rintisan (startup) agar dapat menopang pengembangan sektor industri di dalam negeri, termasuk industri kecil menengah (IKM). Untuk itu, Kemenperin merasa perlu mewujudkan ekosistem startup di Indonesia yang didukung oleh sinergi pemerintah, swasta, dan akademisi.

“Indonesia merupakan salah satu pasar yang besar dan potensial untuk pengembangan teknologi digital. Oleh karena itu, pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai kesiapan kita memasuki era industri 4.0,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (18/11).

Merujuk laporan Global Startup Ecosystem Report (GSER) 2020, Indonesia berada di peringkat kedua Top 100 Emerging Ecosystem. Artinya, Indonesia menjadi salah satu negara yang dilirik investor untuk memberikan investasinya pada startup lokal.

Adapun langkah strategis yang telah dijalankan Kemenperin guna menumbuhkan startup di dalam negeri, antara lain adalah menyelenggarakan program Startup4Industry pada tahun 2018 dan 2019 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 220 startup dalam negeri.

“Selain itu, terdapat 15 proyek implementasi yang sudah dikerjakan startup di 26 sektor IKM dengan memakai solusi teknologi dari startup binaan kami. Berikutnya, MSMB selaku finalis Startup4Industry tahun 2018, berhasil menjuarai Hermes Startup Award 2020 sebagai kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan pertama kali oleh Deutsche Messe, penyelenggara Hannover Messe,” terang Gati.

Bahkan, kata dia, terdapat startup binaan Kemenperin yang telah berkolaborasi dengan perusahaan IKM untuk penerapan teknologinya. Sebagai contoh, PT Arkana Solusi Digital yang merupakan pemenang pertama Startup4Industry tahun 2019 di kategori Integrasi Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2015) pada modul Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Oodo, telah berkolaborasi dengan PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek). Kerja sama ini sebagai bentuk implementasi teknologi di sektor IKM guna mempermudah perencanaan dan pengelolaan sumber daya perusahaan serta mengintegrasikan semua divisi di dalam perusahaan.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk implementasi dari program Startup4Industriy yang bertujuan agar teknologi ini dapat digunakan oleh sektor IKM sebagai problem solver,” imbuh dia.

Gati menerangkan, proses adaptasi yang diberikan dalam implementasi di PT Simultek ini, antara lain adalah menyiapkan perangkat IT dan jaringan internet, melakukan pelatihan SDM secara kontinyu, perubahan pola dan kebiasaan kerja, membiasakan manajer menyusun rencana kerja dan menjalankan rencana sesuai dengan jadwal.

Dia mengungkapkan, hasil implementasi teknologi tersebut meliputi pola kerja lebih tersistem dan efisien serta manajemen perusahaan terpantau secara real time. Di samping itu, terintegrasinya akuntansi, pembelian, penjualan, dan inventory manufacturing, serta adanya jaminan oleh sistem pre order (PO) yang dipesan oleh konsumen terjadwal dengan routing yang konstan dan selesai tepat waktu.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN