Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama Two Countries Twin Parks yang berlangsung di Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (12/1/2021). (ist)

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama Two Countries Twin Parks yang berlangsung di Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (12/1/2021). (ist)

Kerja Sama RI-Tiongkok Sumbang PDB US$ 10 Miliar

Kamis, 14 Januari 2021 | 18:42 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama Two Countries Twin Parks yang berlangsung di Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (12/1/2021). Kerja sama ini diharapkan menyumbangkan produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar US$ 10 miliar.

“Kedatangan sahabat saya Wang Yi ke Danau Toba diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antar kedua negara,” ujar Menko Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut, dalam keterangan resmi, Kamis (14/1/2020).

Penandatanganan yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan RRT tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang disampaikan oleh Pemprov Fujian, Tiongkok, sejak 2019. Hal ini berangkat dari keinginan kedua negara untuk mempromosikan sinergi antara visi Poros Maritim Dunia Indonesia dan Inisiatif Sabuk dan Jalan milik Tiongkok.

Kerja sama ini kemudian dikembangkan menjadi Two Countries Twin Parks with Multiple Zones. Bentuknya, Indonesia menyiapkan tiga kawasan industri, yakni Batang Industrial Park, Bintan Industrial Estate, dan Aviarna Industrial Park, sedangkan Tiongkok menunjuk Zona Investasi Yuanhong yang terletak di Fuqing, Kota Fuzhou, Provinsi Fujian sebagai kawasan industri

Dengan kerja sama ini, kedua negara berkomitmen mendorong dan mempromosikan pengembangan dan pembangunan taman dan interkoneksi antara kedua negara. Kerja sama kedua negara akan mencakup bidang industri kelautan, manufaktur makanan, bahan bangunan, energi, penerbangan, elektronik, dan bidang lain yang juga telah disepakati. Dengan demikian, produk-produk dari Indonesia dapat memasuki pasar RRT yang sangat luas melalui Zona Investasi Yuanhong.

Kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi US$ 10 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, mengurangi defisit perdagangan, menarik 100 lebih perusahaan manufaktur terkemuka RRT untuk berinvestasi di Indonesia, serta berkontribusi menumbuhkan 1 juta lebih peluang kerja baru.

Aviarna adalah kawasan industri dengan luas keseluruhan sekitar 450 hektare (ha)yang dikelola Argo Manunggal Group. Di dalam kawasan ini, terdapat industri perbaikan pesawat (MRO), dry port, tourism dan komersial, serta kawasan mangrove yang dijadikan sebagai tempat wisata.

Selain keunggulan dari segi lokasinya yang bersebelahan dengan Bandara Internasional Ahmad Yani dan memiliki akses ke airside, kawasan dry port yang dimiliki akan mendukung segala aktivitas pengiriman barang melalui jalur kereta api di pulau Jawa.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN