Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komodo di Labuan Bajo. Foto: Investor Daily/UTHAN

Komodo di Labuan Bajo. Foto: Investor Daily/UTHAN

Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo Meningkat

Abdul Muslim, Selasa, 14 Januari 2020 | 12:51 WIB

KUPANG, investor.id - Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo selama 2019 meningkat jika dibandingkan pada 2018.

"Pada 2018, jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 163.807 orang. Sedangkan pada 2019 meningkat menjadi 184.206 wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Rinus saat dihubungi dari Kupang, Selasa (14/1).

Ia mengatakan bahwa meningkatnya kunjungan wisatawan di daerah itu berdampak pada penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat.

"Memang kunjungan wisatawan ke daerah ini setiap tahun mengalami peningkatan. Nah, peningkatan kunjungan wisatawan ini sangat berdampak pada penerimaan PAD di kabupaten ini," ujarnya.

Agustinus mencontohkan, jika pada 2018 penerimaan PAD dari sektor pariwisata khusus untuk biaya retribusi mencapai Rp 34 miliar, tahun 2019 mengalami kenaikan sekitar 100% menjadi Rp 60 miliar.

"Kenaikan ini sangat signifikan karena memang kami lakukan penertiban terhadap kapal-kapal wisata yang membawa wisatawan yang melakukan penyelaman ke dasar laut," tuturnya.

Dari data yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata Labuan Bajo, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo itu akibat daya tarik dari hewan komodo (Veranus Komodoensis) yang berada di Pulau Komodo dan menjadi ikon pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia mengatakan bahwa wisatawan yang berwisata ke Labuan Bajo khusus yang untuk mancanegara lebih banyak berasal dari Jerman, Inggris, Spanyol, Australia dan beberapa negara dari Eropa.

Kedatangan wisatawan-wisatawan tersebut hanya ingin melihat secara langsung kadal raksasa yang merupakan satu-satunya habitat asli di Pulau Komodo.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA