Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kunjungan Wisman.

Kunjungan Wisman.

Kunjungan Wisman di Bawah Angka Psikologis

EPA, Selasa, 11 Juni 2019 | 12:47 WIB

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut, capaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari-April 2019 sebesar 5,12 juta atau 1,3 juta per bulan masih di bawah angka psikologis.

“Angka 1,3 juta ini tidak bagus, karena angka psikologis kita 1,5 juta per bulan atau 18 juta wisman pada akhir tahun ini,” kata Arief Yahya di Jakarta, Senin (10/6).

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah kunjungan wisman pada April 2019 sebesar 1,3 juta atau turun 2,7% dibandingkan pada Maret 2019, sedangkan secara kumulatif pada Januari-April 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 5,12 juta atau tumbuh 3,22% dibanding periode sama tahun lalu.

Arief Yahya menjelaskan, untuk mengoptimalkan capaian target wisman pada delapan bulan berikutnya, Kemenpar bersama pelaku bisnis pariwisata akan melakukan 4 strategi utama yakni; border tourism; hot deals, tourism hub, dan low cost carrier terminal (LCCT).

“Kemenpar bersama industri pariwisata telah menyiapkan 9 strategi, namun kita akan terapkan 4 strategi utama tersebut untuk meningkatkan kunjungan wisman pada tahun ini,” kata dia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

 

Untuk border tourism, terang dia, strategi ini mengandalkan kekuatan proximity (kedekatan jarak maupun emosional). Strategi ini banyak dilakukan negara-negara di Eropa maupun Asia Tenggara seperti Malaysia.

“Kita fokus pada border tourism untuk menarik wisman dari Singapura dan Malaysia,” kata Arief Yahya.

Dia mencontohkan, Malaysia mendapat wisman dari border tourism sebesar 60-70%. Sedangkan Prancis dan Spanyol di atas 80%, karena secara natural wisman Eropa yang berkunjung ke negeri itu adalah wisatawan overland.

Sementara itu, untuk program hot deals atau memberikan diskon besar-besaran dalam menjaring kunjungan wisman di saat low seasons. Strategi ini diharapkan bisa menghasilkan 2 juta hingga 2,5 juta wisman di tahun 2019. Pada tahun lalu, hot deals mampu menjual 700.000 pax,, terbesar dari Kepulauan Riau mencapai 20%.

Untuk program tourism hub, lanjut dia, dilakukan melalui Singapura dan Kuala Lumpur (Malaysia). “Program ini sebagai solusi terhadap direct flight yang sulit dilakukan dan membutuhkan waktu relatif lama,” kata Arief Yahya.

Dia memberikan contoh, untuk menarik kunjungan wisman dari pasar India yang tahun lalu memberikan kontribusi sekitar 600 ribu wisman. Dengan direct flight dari Mumbai, India, ke Bali, hanya melayani 3 kali per minggu. Sedangkan penerbangan dari India ke Singapura sebanyak 70 kali per minggu atau 10 kali per hari begitu juga di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Ada jutaan turis India dan Tiongkok yang singgah di Singapura maupun Kuala Lumpur. Melalui travel agent di sana, kita memengaruhi mereka untuk melanjutkan liburan ke Indonesia,” kata Arief Yahya.

Sementara itu, program yang menentukan dalam mencapai target wisman tahun ini adalah low cost carrier terminal (LCCT). Kemenpar mencatat, kunjungan wisman tahun 2017 lebih dari 55% menggunakan full service carrier (FSC), sisanya menggunakan low cost carrier (LCC). Namun, ternyata pertumbuhan FSC rata-rata di bawah 5%, sedangkan LCC yang tumbuh rata-rata 21%.

“Untuk mendorong kunjungan wisman LCC kita harus memiliki terminal LCC, dan programnya mulai terwujud. Per 1 Mei 2019, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta resmi menjadi LCCT, kita harapkan akan terjadi lonjakan 1 juta wisman,” pungkas dia. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA