Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO  Lion Parcel Farian Kirana (duduk kiri).

CEO Lion Parcel Farian Kirana (duduk kiri).

Lion Parcel Gandeng Perusahaan Logistik Malaysia

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 11 September 2019 | 15:05 WIB

JAKARTA, Investor.id - Lion Parcel menjalin kesepakatan kemitraan dengan perusahaan logistik Malaysia, Line Clear Express Sdn Bhd. Kesepakatan tersebut merupakan bentuk kerja sama logistik lintas batas dan peningkatan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Malaysia untuk ekonomi digital, terutama perdagangan secara elektronik (e-commerce).

Kemitraan tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh kedua pihak yang dilaksanakan pada Rabu (11/9) di Lion Air Tower, Jakarta. MoU antara lain meliputi pembentukan sistem mikro logistik usaha kecil menengah (UKM) di daerah, dengan menggunakan rantai pasokan digital.

Chief Executive Officer (CEO) Lion Parcel Farian Kirana mengatakan, kemitraan Lion Parcel dengan Line Clear Express diharapkan mampu meningkatkan pengiriman baru yang berasal dari UKM, ritel, pelajar, pekerja, dan klien korporasi.

"Selain itu, pengambilan barang dapat dilakukan dari desa atau tempat mana pun di Indonesia dan untuk dikirimkan kepada penerima di setiap lokasi di Malaysia. Begitu juga sebaliknya," ujar Farian di sela acara penandatanganan MoU tersebut.

Dia menjelaskan, perjanjian kemitraan Lion Parcel dengan Line Clear Express akan membuka peluang pengiriman produk UKM, badan usaha milik desa (Bumdes), dan ritel sebagai bisnis yang berkesinambungan guna memperluas pangsa pasar produk kedua negara.

"Kerja sama rantai pasokan digital ini bertujuan mengembangkan kompetensi digital, meningkatkan pemberdayaan, serta mengurangi peran pihak penengah," papar dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA