Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas produksi  di salah satu pabrik tekstil. (Ist)

Aktivitas produksi di salah satu pabrik tekstil. (Ist)

Manufaktur Fase Ekspansi, Bankir Optimistis Kredit Mengucur

Kamis, 14 Januari 2021 | 07:00 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor. id - Kalangan bankir optimistis kredit segera mengucur seiring membaiknya Prompt Manufacturing Index  Bank Indonesia (PMI-BI) dan Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia (SKDU-BI). PMI-BI menunjukan industri manufaktur akan berada dalam fase ekspansi pada kuartal I-2021, sedangkan SKDU-BI mengindikasikan kegiatan usaha berkinerja positif.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tk (BRI), Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, pada semester I-2021, perseroan cukup yakin bisa mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif dibandingkan tahun lalu. Hanya saja, BRI belum bisa terlalu agresif menggenjot kredit seperti sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai dua digit.

"BRI optimistis pertumbuhan kredit pada kuartal I dan II mencapai 6%. Khusus untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama mikro, kami optimistis bisa tumbuh double digit," tutur Aestika Oryza Gunarto kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (13/1).

Menurut dia, konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat sangat memengaruhi permintaan kredit perbankan. Jika keduanya meningkat, permintaan kredit juga akan ikut terkerek naik. Hal itu akan berdampak pada pertumbuhan kredit perbankan yang positif.

"Faktor utama pendorong pertumbuhan kredit perbankan yakni konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Oleh karenanya, sudah sangat tepat dalam kondisi pandemi ini pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus langsung kepada masyarakat," papar dia.

Tahun ini, kata Aestika, BRI masih menyasar sejumlah sektor yang sama dengan tahun lalu. Pasalnya, pada masa pandemi Covid-19 yang belum mereda saat ini, sektor pertanian dan turunannya masih tumbuh tinggi dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

"Pendorong pertumbuhan kredit perseroan berasal dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor pertanian, pangan, alat kesehatan dan farmasi, serta perdagangan," ucap dia.

 

Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia  (PMI-BI).
Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI).

 

Lebih Tinggi

Di sisi lain, Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rudi As Aturridha mengakui, tahun ini pertumbuhan kredit bisa lebih tinggi dibandingkan tahun silam, meski tidak setinggi sebelum pandemi.

"Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit secara bank only pada 2021 tumbuh 5-7% dan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 6-8%," ungkap dia.

Senada dengan hasil survei BI, menurut Rudi As Aturridha, Bank Mandiri juga memprediksi ekonomi domestik membaik pada kuartal I-2021. Perseroan memperkirakan ekonomi mulai tumbuh positif pada kuartal I-2021.

"Pemulihan ekonomi didorong upaya pemerintah meningkatkan indeks keyakinan konsumen melalui optimisme terkait rencana vaksinasi dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN)," ujar dia.

Rudi menjelaskan, vaksinasi yang diawali Presiden Jokowi pada Rabu (13/1), yang akan diikuti masyarakat, dapat mendorong optimisme dunia usaha untuk mulai bangkit. Dengan pulihnya dunia usaha, permintaan kredit bakal terdongkrak.

Vaksinasi juga akan mendorong masyarakat, terutama kelas menengah atas, lebih yakin untuk keluar dan berbelanja, khususnya belanja kebutuhan sekunder dan tersier. Kondisi itu bakal mengakselerasi pertumbuhan kredit.

"Kami berharap program vaksinasi Covid-19 berjalan lancar agar kondisi ekonomi Indonesia kembali pulih dan permintaan kredit kembali bangkit," ucap Rudi.

Dia menambahkan, Bank Mandiri yang memasang target kredit 5-7% (yoy) tahun ini tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kualitas kredit tetap terjaga.

BI menargetkan laju ekspansi kredit perbankan pada 2021 sebesar 7-9% secara tahunan (year on year/yoy). Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 6-7% (yoy).

Pada 2020, OJK memprediksi kredit perbankan masih sulit tumbuh sesuai target 2-3% (yoy). Soalnya. sampai November 2020, kredit perbankan masih kontraksi atau minus 1,39% (yoy).

 

Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia (SKDU-BI).
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia (SKDU-BI).

 

 

Ekspansi dan Positif

Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengungkapkan, industri manufaktur diperkirakan berada dalam fase ekspansi pada kuartal I-2021. Hal itu tercermin pada membaiknya PMI-BI kuartal IV-2020.

"Industri yang masuk fase ekspansi antara lain makanan, minuman, dan tembakau, semen dan barang galian nonlogam, pupuk, kimia, dan barang dari karet, serta kertas dan barang cetakan," ujar dia.

Di sisi lain, BI mengindikasikan kegiatan usaha mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021 setelah pada kuartal sebelumnya negatif. Indikasi itu ditunjukkan hasil SKDU-BI kuartal IV-2020.

"Seluruh sektor mencatatkan kinerja positif, terutama sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan," kata Erwin Haryono.

PMI-BI pada kuartal I-2021 diperkirakan mencapai 51,14%, meningkat dibanding kuartal IV, III, II, dan I-2020 yang masing-masing mencapai 47,29%, 44,91%, 28,55%, dan 45,64%. Namun, perkiraan PMI-BI kuartal I-2021 lebih rendah dibanding kuartal IV-2019 sebesar 51,50%.

Adapun berdasarkan SKDU-BI, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal I-2021 mencapai 7,68%. Angka itu lebih baik dibandingkan SBT kuartal IV-2020 dan SBT kuartal I-2020 yang masing-masing mencatatkan minus 3,90% dan minus 5,56%.

 

 

Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia  (PMI-BI) Subsektor.
Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) Subsektor.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN