Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tiga caketum Ipmi bersama Ketum Hipmi saat ini Bahlil Lahadalia. Foto: IST

Tiga caketum Ipmi bersama Ketum Hipmi saat ini Bahlil Lahadalia. Foto: IST

Masalah UKM dan Tantangan Global Jadi Perhatian Kandidat Ketum Hipmi

Triyan Pangastuti, Selasa, 10 September 2019 | 20:32 WIB

JAKARTA, investor.id - Sejumlah isu terkini menjadi bahasan menarik dalam acara Debat Terbuka serta Uji Kelayakan dan Kepatutan untuk memilih Ketua Umum HIPMI 2019 – 2022, salah satunya tentang UKM dan ancaman krisis global.

Debat yang memasuki sesi akhir ini diikuti oleh tiga kandidat yakniagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI dan mantan Bupati Tanah Bumbu)

Acara debat dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan presentasi visi dan program kerja yang berkaitan dengan tema debat “Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0” selama 2 menit dan diakhiri dengan tanya jawab panelis selama masing-masing 15 menit.

Panelis Aviliani mempertanyakan apa yang akan dilakukan HIPMI untuk membantu kondisi UKM yang tertinggal dalam menghadapi kondisi global yang penuh tantangan.

Bagas, caketum nomor urut 1 memaparkan bahwa HIPMI akan menjadi organisasi servis dan mengadakan banyak pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi. HIPMI akan mendukung para pengusaha muda UKM dengan cara menjadikan HIPMI sebagai pusat inkubator sehingga UKM-UKM tersebut dapat terverifikasi baik dalam dan luar negeri.

Caketum nomor urut 2, Ajib mengatakan bahwa solusi tercepat menghadapi situasi ini adalah dengan investasi. Untuk itu pemerintah harus memiliki komitmen jelas terutama masalah regulasi. Apabila jelas, maka perdagangan akan baik. Selain itu program edukasi juga akan tetap dijalankan.

Sementara menurut caketum nomor urut 3, Mardani, saat ini Indonesia boleh bangga bahwa banyak start-up terkenal berasal dari Indonesia walaupun kini tidak 100% persen dikuasai anak bangsa. Hal tersebut akan menjadi perhatian HIPMI dengan mendorong negara untuk mengambil alih, dengan cara mewajibkan start up tersebut membuka perbankannya di Indonesia. Para HIPMI harus dapat merubah mental bangsa.

Acara malam debat pamungkas tersebut ditutup oleh Erwin Aksa, Mantan Ketua HIPMI Periode 2008 – 2011. Dalam pidato penutupnya Erwin Aksa mengatakan bahwa di setiap zaman pasti selalu ada hasil yang baik di setiap kepengurusan karena HIPMI memiliki kader yang luar biasa dengan talenta yang dimiliki, kemampuan untuk membawa anak muda menjadi pelaku usaha yang ikut membangun ekonomi bangsa.

“Saya yakin kedepannya akan lebih banyak tantangan, dan saya berharap Ketua Umum yang akan datang akan membawahi HIPMI secara jauh lebih baik lagi serta merangkul dan menggandeng kader – kader yang lain,” katanya.

Puncak Munas HIPMI XVI akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 16 – 18 September mendatang dan menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh lebih dari 2,000 pengusaha muda dari Seluruh Indonesia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN