Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto  Foto: SP/Joanito de Saojoao

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto Foto: SP/Joanito de Saojoao

Mendag Lepas Ekspor Produk Mamin Olahan Rp 1,07 Triliun

Investor Daily, (elgor)  Selasa, 30 Juni 2020 | 14:47 WIB

BANTEN, investor.id – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto optimistis ekspor produk makanan dan minuman (mamin) dapat tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Optimisme ini didorong oleh keberhasilan produsen mamin olahan melakukan ekspor di tengah pandemi, salah satunya Mayora Group. Mendag Agus pun mendampingi Mayora Group melakukan ekspor senilai Rp 1,07 triliun.

"Dengan pelepasan kontainer ke-4.000 Mayora Group periode Juni 2020 dengan nilai Rp 1,07 triliun, diharapkan produk mamin Indonesia semakin eksis dan dikenal, tidak hanya di kancah domestik namun juga di seluruh dunia dan dapat diikuti pelaku usaha lainnya di Indonesia," ujar Agus saat pelepasan ekspor tersebut di Pabrik Mayora, Banten, Selasa (30/6).

Dengan pelepasan kontainer ekspor ke-4.000 periode Juni 2020 ini, sepanjang Januari-Juni 2020, Mayora Group telah mengekspor sebanyak 17.000 kontainer. Selain itu, Mendag juga menyampaikan rasa bangganya karena beberapa produk Mayora, seperti Torabika dan Kopiko telah meraih pencapaian yang luar biasa di negara-negara lain. Misalnya, permen kopiko menjadi produk permen kopi nomor satu di Filipina, Vietnam, Malaysia, India, kawasan Afrika, dan Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.

Secara umum, pandemi Covid-19 telah berdampak pada sektor perdagangan di seluruh dunia. Namun, lanjut Mendag, beberapa sektor produk ekspor seperti pertanian, kesehatan, dan mamin olahan masih memiliki peluang yang besar untuk terus tumbuh. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, kesadaran konsumen akan produk mamin yang higienis dan baik bagi imun tengah meningkat.

"Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam memasarkan produk yang inovatif dan berkualitas, bermutu, serta memiliki produktivitas yang efisien dalam rantai nilai produksi. Hal ini akhirnya dapat menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional," kata Mendag.

Mendag menyampaikan, Kementerian Perdagangan terus mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor produk Indonesia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan beberapa strategi untuk peningkatan ekspor.

Menurut Agus, Kemendag mempermudah dan mempercepat pelayanan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp, menerapkan otentikasi otomatis dalam proses perizinan ekspor bagi eksportir yang memiliki reputasi, serta meningkatkan kecepatan layanan ekspor-impor dan pengawasan melalui National Logistic Ecosystem (NLE).

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga meningkatkan pelayanan informasi ekspor, memfasilitasi penjajakan kesepakatan bisnis secara virtual, melatih pengusaha menjadi calon eksportir baru, dan mengusulkan insentif berupa asuransi, kredit, dan pembiayaan lain bagi eksportir yang terdampak Covid-19.

Terkait mamin olahan sendiri, pada periode Januari−Mei 2020, Kemendag mencatat ekspor mamin olahan mencapai US$ 1,32 miliar atau meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Negara tujuan utama ekspor produk makanan minuman olahan Indonesia pada periode tersebut yaitu Amerika Serikat sebesar US$ 293,6 juta atau 22,11% dari total ekspor mamin olahan, Filipina US$ 161,4 juta atau 12,15%, Malaysia US$ 101,6 juta atau 7,65%, Singapura US$ 74,9 juta atau 5,64%, dan Jepang US$ 71,9 juta atau 5,41%. (c02)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN