Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

KONTRIBUSI MANUFAKTUR KE PDB DIBIDIK 25%

Menperin: Omnibus Law Dorong Reindustrialisasi

Jumat, 16 Oktober 2020 | 14:20 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) akan mendorong reindustrialisasi di Indonesia. Seiring dengan itu, Menperin menargetkan kontribusi manufaktur terhadap domestik bruto (PDB) mencapai 25% dalam beberapa tahun ke depan, dibandingkan kuartal II-2020 sebesar 19,9%.

Selain UU Ciptaker, pendalaman struktur industri dan penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0 bakal mendorong reindustrialisasi di Tanah Air. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi manufaktur ke PDB terus menciut. Tak heran, sejumlah kalangan menyebut Indonesia mengalami reindustrialisasi.

 

Menperin menerangkan, penurunan kontribusi manufaktur ke PDB dimulai sejak krisis moneter 1998, yang sangat memukul sektor industri. Meski begitu, kontribusi manufaktur ke PDB masih terbesar dibandingkan sektor ekonomi lainnya.

“Kita bisa mendorong manufaktur kembali berkontrbusi 25% ke PDB dan ini merupakan target kita. Caranya bagaimana? Salah satunya pemerintah mendorong pendalaman struktur industri, membuat omnibus law, dan industri 4.0,” ucap dia dalam acara 60 menit bersama Menteri Perindustrian yang tayang di Beritasatu TV, Rabu (15/10).

Aktivitas di sebuah industri. Sumber: BSTV
Aktivitas di sebuah industri. Sumber: BSTV

Agus menerangkan, omnibus law sangat ditunggu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan pelaku industri. Saat melakukan kunjungan kerja di beberapa negara, para pelaku industri negara terkait mengikuti proses pembahasan omnibus law. Mereka menyampaikan beberapa isu strategis yang diminta segera diselesaikan oleh pemerintah. Hal ini yang membuat Kemenperin meyakini, UU Ciptaker akan memacu pertumbuhan industri.

“Berdasarkan data BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), list investasi di sektor manufaktur sepanjang 2019-2023 mencapai Rp 1.048 triliun, yang terbagi dalam beberapa subsektor. Saya yakin, dengan omnibus law, posisi wait and see tidak ada lagi dan akan mempercepat realisasi dari komitmen investasi yang sudah disampaikan ke BKPM,” ujar Agus.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber: BSTV
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber: BSTV

Dia menjelaskan, UU Ciptaker selain akan mendorong pertumbuhan industri manufaktur, akan mendorong penyerapan sektor tenaga kerja. Agus menilai industri manufaktur dan tenaga kerja itu merupakan saudara kembar.

“Kita tidak mungkin menganakemaskan salah satu. Sebab, tumbuhnya sektor industri manufaktur pasti akan membawa nilai posiitif bagi tenaga kerja, begitu sebaliknya. Jadi ini sisi positif UU ini di mata kami,” kata Menperin.

Tujuh sektor prioritas industri 4.0
Tujuh sektor prioritas industri 4.0

Dari sisi industri 4.0, dia menuturkan, pemerintah telah meluncurkan Making Indonesia 4.0 sebagai pada 2018 sebagai panduan penerapan. Kemenperin menetapkan lima sektor prioritas industri 4.0, yakni makanan dan minuman (mamin), elektronika, otomotif, tekstil dan produk tekstil (TPT), dan kimia.

Kelima sektor industri itu mewakili 60% dari penyerapan tenaga kerja di industri manufaktur dan berkontribusi 70% ke PDB manufaktur.

Kemenperin, kata dia, fokus pada pengembangan lima sektor itu, yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB manufaktur dan ekonomi nasional.

Aktivitas di sebuah industri. Sumber: BSTV
Aktivitas di sebuah industri. Sumber: BSTV

“Jadi, lima sektor ini memang harus terus menerus kita kawal dan bina,” ujar dia. Kemenperin, kata dia, juga memasukkan dua sektor prioritas baru industri 4.0, yakni farmasi dan alat kesehatan. Ini dilatarbelakangi pandemic Covid-19 yang terjadi di Tanah Air. Pandemi ini memberikan pelajaran penting, yakni Indonesia harus menjadi bangsa mandiri di bidang kesehatan.

Pada titik ini, ada dua tanggung jawab Kemenperin untuk mewujudkan itu, yakni memperkuat sektor farmasi dan alat kesehatan (alkes).

“Oleh karena itu, dua sektor itu kami masukkan ke sektor prioritas industri 4.0, melengkapi lima sektor sebelumnya,” ujar_Menperin.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber: BSTV
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber: BSTV

Di sektor alat kesehatan, dia menuturkan, penguatan sudah mulai terjadi. Contohnya, sebelum dan setelah Indonesia merdeka, hingga masuknya Covid-19, belum pernah ada satu perusahaan yang memproduksi ventilator di dalam negeri. Namun, ketika Covid-19 masuk Indonesia,

Kemenperin langsung bertindak cepat dan dalam waktu relatif sangat singkat anak bangsa sudah bisa memproduksi ventilator.

Sementara itu, di sektor TPT yang saat ini digempur oleh produk impor, Agus menerangkan, pihaknya percaya, dengan mengadopsi industri 4.0, sektor ini bisa melakukan proses produksi secara lebih efisien.

Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao
Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao

“Dengan demikian, akan bisa meningkatkan produktivitas dan daya saing,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk otomotif, industri ini memiliki ruang pertumbuhan yang yang sangat besar, sehingga memberikan prospek menjanjikan kepada investor. Sebab, rasio kepemilikan mobil di Indonesia jauh lebih rendah dari negara Asean lainnya.

Aktivitas di sebuah industri. Sumber: BSTV
Aktivitas di sebuah industri. Sumber: BSTV

Saat ini, di Indonesia,, rasionya hanya 99 mobil per 1.000 orang, jauh di bawah Thailand, Malaysia, Singapura bahkan sekarang Vietnam. Industri elektronik, kata dia, juga berpotensi tumbuh. Kemenperin terusmenerus berupaya meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri di masing-masing subsektor elektronika.

Untuk sektor farmasi industri, dia menuturkan, Kemenperin mengubah cara perhitungan TKDN dari cost base menjadi process base. Dengan demikian, produk farmasi lokal mencapai TKDN minimal 40%, sehingga bisa masuk e-katalog. Soal pendalaman industri, Menperin menilai, banyak sekali pohon industri di Indonesia yang masih kosong. Oleh karena itu, Kemenperin mengidentifikasi dan mendorong agar diisi oleh pemain lokal.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam 60 Minutes with di BeritaSatuTV, Rabu (14/10/2020).
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam 60 Minutes with di BeritaSatuTV, Rabu (14/10/2020).

Dia memastikan,_ pemerintah akan tetap menggenjot hilirisasi agar nilai tambah suatu produk tetap di Indonesia. Sejauh ini, hilirisasi sejumlah komoditas tambang berjalan baik, antara lain nikel dan alumina. Itu sebabnya, Kemenperin mendorong PT Freeport Indonesia segera membangun smelter di Indonesia.

Dia juga menyinggung soal baja sebagai mother of industry. Agus memastikan, Kemenperin terus mendorong pertumbuhan industri baja dalam negeri. Salah satu kuncinya adalah mendatangkan investasi dengan menawarkan insentif, seperti tax holiday.

Menperin optimistis, penguatan industri dasar akan mendorong industri lain tumbuh lebih cepat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN