Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mobil listrik. Foto ilustrasi: IST

Mobil listrik. Foto ilustrasi: IST

Mobil Listrik akan Gantikan Kendaraan BBM

Senin, 12 Agustus 2019 | 09:40 WIB

JAKARTA, investor.id  - Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Haryadin Mahardika menilai, mobil bertenaga listrik, setelah regulasi perpresnya ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, kemungkinan akan menggantikan mobil-mobil yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM), yakni bensin, solar, dan biodiesel B20.

"Harusnya iya, tergantikan. Menurut saya, semua jenis mobil yang masih menggunakan bahan bakar fosil, atau baurannya, seperti bensin, solar, biodiesel B20 dan B30, memang itulah yang seharusnya digantikan oleh mobil listrik mengingat emisinya yang kurang baik. Kecuali kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas," ujar Haryadin Mahardika saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/8).

Selain itu, dia menambahkan bahwa mungkin sudah waktunya untuk memulai konversi mobil-mobil yang menggunakan bahan bakar bensin dan solar ke gas dengan menggunakan konverter.

Dengan menggunakan konverter, mobil-mobil konvensional, atau biasa tersebut akan menjadi mobil yang menggunakan bahan bakar ganda, yakni bisa mengonsumsi bensin/solar dan gas. Upaya konversi mobil-mobil berbahan bakar bensin/solar tersebut ke gas perlu didorong oleh pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah telah berupaya mempercepat pengembangan produksi mobil listrik di dalam negeri, sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo yang telah menandatangani perpres terkait hal tersebut. Harapannya, para pelaku industri otomotif di Indonesia merancang dan membangun pengembangan mobil listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut, program B20 akan tetap berjalan kendati perpres mobil listrik disahkan. Pembangkit listrik di Tanah Air akan memanfaatkan B20 sebagai bahan bakarnya.

Menurut Jonan, kedua program itu akan tetap berjalan. Apalagi, program B20 dan kendaraan listrik merupakan upaya pemerintah menekan impor BBM dan menyelamatkan devisa negara.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN