Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan  ekspor impor di pelabuhan. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kegiatan ekspor impor di pelabuhan. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Naik 6,97%, Ekspor September Capai US$ 14,01 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:27 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Nilai ekspor Indonesia pada September 2020 mencapai US$ 14,01 miliar, naik 6,97% dibanding Agustus 2020, sedangkan dibanding September 2019 turun 0,51%.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, ekspor nonmigas September 2020 mencapai US$ 13,31 miliar, meningkat  6,47% dibanding bulan sebelumnya.

"Demikian pula dibanding ekspor nonmigas September 2019, naik 0,21%," kata Kecuk Suhariyanto dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis (15/10).

Dia menjelaskan, secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2020 mencapai US$ 117,19 miliar, turun 5,81% dibanding periode sama tahun silam. Adapun kumulatif ekspor nonmigas mencapai US$ 111,25 miliar, menurun 3,82%.

Kepala BPS mengungkapkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas September 2020 terhadap Agustus 2020 terjadi pada besi dan baja sebesar US$ 266,0 juta (32,48%). Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$ 113,2 juta (13,32%).

Berdasarkan sektor, kata Suhariyanto, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– September 2020 turun 0,25% dibanding periode sama 2019. Begitu pula ekspor hasil tambang dan lainnya, turun 23,96%. Sebaliknya, ekspor hasil pertanian naik 9,70%.

Ekspor nonmigas ke Tiogkok senilai US$ 2,63 miliar, menurut Kepala BPS, merupakan yang terbesar pada September 2020, disusul Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 1,69 miliar dan Jepang US$ 1,06 miliar. Kontribusi ketiganya masing-masing mencapai 40,41%. Sedangkan ekspor ke Uni Eropa (27 negara) mencapai US$ 99 juta.

Suhariyanto menambahkan, berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 19,11 miliar (16,31%), diikuti Jawa Timur US$ 15,20 miliar (12,97%), dan Kalimantan Timur US$ 9,57 miliar (8,17%).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN