Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto

Neraca Perdagangan September Surplus US$ 2,44 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:48 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Neraca perdagangan pada September mencatatkan surplus US$ 2,44 miliar. Surplus berasal dari selisih nilai ekspor yang mencapai US$ 14,01 miliar dan nilai impor senilai US$ 11,57 miliar.

Pada September 2020, nilai ekspor meningkat 6,97% dibanding Agustus 2020, namun dibanding September 2019 turun 0,51%. Sedangkan impor naik 7,71% dibandingkan Agustus 2020, tetapi turun 18,88% dibandingkan September 2019.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, kondisi ekspor dan impor sama-sama naik pada September 2020. Ekspor industri bergerak naik, begitu pula impor bahan baku dan barang modal.

"Dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar kinerja neraca perdagangan terus membaik. Selama lima bulan berturut-turut sejak Mei 2020, Indonesia mengalami surplus perdagangan. Surplus September ini lebih besar dari Agustus yang mencapai US$ 2,35 miliar,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (15/9).

Kecuk Suhariyanto menjelaskan, secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-September 2020 mengalami surplus US$ 13,5 miliar. Posisi ini lebih baik dari Januari-September 2019 yang mengalami defisit US$ 2,24 miliar.

Secara kumulatif, kata dia, Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan beberapa negara, seperti dengan AS (surplus US$ 1,08 miliar), India (surplus US$ 562,5 juta), dan dengan Filipina (surplus US$ 491,2 juta).

Kepala BPS menambahkan, pada saat yang sama, Indonesia mengalami defisit dengan beberapa negara, yaitu dengan Tiongkok (defisit US$ 879,2 juta), Ukraina (defisit US$ 140,1 juta), dan Brasil (defisit US$ 119,3 juta).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN