Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pabrik General Motors Tutup, BKPM Lakukan Evaluasi

Jumat, 27 Februari 2015 | 13:37 WIB
ah

JAKARTA - Efek penutupan pabrik otomotif General Motors di Bekasi, Jawa Barat masih belum terlihat. Namun BKPM perlu melakukan kajian dan evaluasi dengan berkoordinasi dengan kementerian terkiat. Demikian dikatakan Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani di Jakarta, Jumat (27/2).



"Efeknya masih belum dilihat, perlu kajian lagi. Kami masih terus lakukan evaluasi," kata Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani di Jakarta, Jumat.

Menurut Farah, pihaknya perlu berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian, yang memang terkait langsung dalam sektor di mana pabrik itu bergerak.

Sementara pihaknya, akan terus berusaha mengawal penanaman modal guna mencapai tujuan pemerintah menjadi negara tujuan investasi terkemuka di Asia.

"Karena itu kami optimalkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di BKPM, supaya investasi mungkin lebih kondusif. Pekerjaan rumah selanjutnya adalah menyederhanakan perizinan. Mudah-mudahan jika sudah terintegrasi, biayanya rendah itu tentu bisa meningkatkan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku usaha lokal maupun asing," katanya.

Farah melanjutkan, pihaknya akan terus mengkaji dampak penutupan pabrik perusahaan otomotif asal Amerika Serikat itu terhadap iklim investasi di Indonesia.

Menurut dia, masih banyak yang perlu didalami terkait penutupan pabrik guna memperbaiki layanan investasi di Tanah Air.

"Kita lihat ya, dampaknya masih banyak. Mereka tutup mau (pindah) kemana kan kita belum tahu. Mereka pasti punya ’cost benefit analysis’ (analisis biaya keuntungan) kenapa memutuskan menutup. Jadi kami masih terus lakukan evaluasi," ujarnya.

Sebelumnya, General Motors, produsen mobil terbesar AS, Kamis (26/2), mengatakan bahwa mereka akan menghentikan produksinya di Indonesia pada tahun ini.

Kendati demikian, mereka akan terus menjual kendaraan merek Chevrolet di Indonesia melalui "dealerships" (hak penjualan).

Kegiatan produksi di pabrik yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, akan ditutup pada akhir Juni 2015.

Penghentian operasional pabrik itu diperkirakan akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja bagi sekitar 500 pegawai.

Pabrik di Bekasi saat ini memproduksi Chevrolet Spin, sebuah van keluarga kecil, untuk pasar Indonesia dan pasar negara ASEAN lainnya.

"Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap keputusan GM, termasuk biaya material yang tinggi dan kurangnya potensi untuk memanfaatkan basis pemasok lokal karena skala terbatas," kata perusahaan, yang telah mengimpor suku cadang untuk merakit Spin.

GM menjual 8.500 Chevrolet Spin di pasar Indonesia pada 2014. Pabrik di Bekasi berkapasitas produksi 40.000 kendaraan. (*/jnh)

Editor : Juang N Hutagalung (juang.natigor@investor.co.id)

BAGIKAN