Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwan Kartasasmita dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke WIdyawati melakukan Road Test untuk menguji penggunaan produk Green Diesel (D-100) pada kendaraan

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwan Kartasasmita dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke WIdyawati melakukan Road Test untuk menguji penggunaan produk Green Diesel (D-100) pada kendaraan

Pemerintah Percepat Produksi D100 untuk Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Jumat, 14 Agustus 2020 | 14:24 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk mengurangi jumlah defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD). Tingginya jumlah CAD menjadi salah satu penghambat laju pertumbuhan ekonomi domestik.

Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah  adalah dengan mendorong percepatan produksi D100. Produk D100 merupakan bahan bakar diesel yang 100% dibuat dari minyak kelapa sawit, yang saat ini sedang uji produksi di Indonesia.

“Hal ini akan memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil. Ini (D100) akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20 ribu barel per hari,” ucap  ucap Presiden Joko Widodo  dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2020 di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8). 

Ia menuturkan  hilirisasi bahan mentah yang lain juga terus dilakukan secara besar-besaran. Batu bara diolah menjadi methanol dan gas. Pemerintah sedang membangun beberapa kilang  untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi, dan sekaligus menjadi penggerak industri petrokimia yang memasok produk industri hilir bernilai tambah tinggi.

Sementara itu, biji nikel telah dapat diolah menjadi ferro nikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai lithium. “Hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan,” ucap Joko Widodo.

Sebelumnya di tahun 2019 pemerintah telah  memproduksi dan menggunakan B20. Tahun 2020 ini pemerintah  mulai memproduksi B30. Catatan Badan Pusat Statistik meunjukan selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat di November 2019 dengan nilai mencapai US$2.134,4 juta dan terendah terjadi di Mei 2020 senilai US$657,5 juta. Sementara itu, impor nonmigas tertinggi tercatat di Juli 2019 senilai US$13.770,4 juta dan terendah di Mei 2020 senilai US$7.781,1 juta.

“Penggunaan bahan bakar (B20) ini mampu mampu menekan nilai impor minyak kita di tahun 2019,” ucap Joko Widodo. (ark)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN