Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara CEO Power Breakfast

Acara CEO Power Breakfast "Ekonomi Digital Percepat Reformasi Struktural" yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings (BSMH), di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Foto: Investor Daily/Gagarin

Pengajuan Nomor Induk Berusaha oleh UMKM Melonjak

Jumat, 20 November 2020 | 10:30 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id - Pengajuan nomor induk berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam dua pekan terakhir melonjak.

"Biasanya permohonan NIB hanya 1.100 per hari, paling ramai 6.000. Tiba-tiba dua minggu lalu ada 14.000. Dari jumlah itu, 13.000 di antaranya berasal dari UMKM," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Indra Darmawan dalam Berita Satu CEO Power Breakfast di Jakarta, Jumat (20/11).

Menurut Indra, BKPM senantiasa berupaya memberikan ruang kepada pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk berkembang. Itu sebabnya, BKPM memberikan layanan perizinan yang tidak berbelit kepada UMKM yang berkontribusi sekiar 65% terhadap produk domestik beruto (PDB).

Di sisi lain, Indra Darmawan berharap UMKM terhubung secara online melalui percepatan askes digital. HIngga kini, dari sekitar 65 juta UMKM di Tanah Air, yang melakukan digitalisasi baru 13%-nya.

"UMKM pemain yang sangat penting. Jadi, masih banyak sekali room for improvement untuk menaikkan kelas UMKM lewat digitalisasi," tegas dia.

Jika memanfaatkan teknologi digital, kata Indra, UMKM memiliki banyak keuntungan. Pertama, UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Kedua, menurut Indra, pelaku UMKM dapat memangkas banyak pengeluaran, seperti sewa tempat. Soalnya, mereka tidak harus punya lokasi, mengingat transaksi dilakukan secara digital. "Semua orang di seluruh Indonesia, bahkan dunia, dapat mengakses produk UMKM tersebut," tandas dia.

Pendapatan Naik 80%

Indra Darmawan mengungkapkan, potensi pendapatan UMKM yang memanfaatkan sistem digital juga tidak terbatas. Karena bisnisnya dilakukan online, pendapatan UMKM tidak ditentukan oleh seberapa lama ia bekerja setiap hari.

Mengutip hasil kajian Deloitte 2015, Indra Darmawan menjelaskan, jika menggunakan teknologi digital, UKM Indonesia memiliki potesi kenaikan pendapatan hingga 80%. Kecuali itu, UMKM meningkatkan kesempatan kerja dan menjadi lebih kreatif serta kompetitif secara internasional.

Indra Darmawan menambahkan, percepatan akses digital juga dapat dilakukan oleh para nelayan dan petani guna meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan melipatgandakan penjualan.

"Hal lain yang harus terus diupayakan adalah mempercepat pertumbuhan start-up menengah atas untuk berinteraksi dengan investor besar di level global," papar dia.

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN