Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Pengembangan UMKM Jadi Motor Pemulihan Ekonomi

Jumat, 20 November 2020 | 23:29 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah mendorong momentum agar pertumbuhan ekonomi terus terjaga. Dengan berbagai rumusan kebijakan yang digunakan, ekonomi Indonesia mampu bergerak ke arah tren positif pada kuartal III-2020. Diharapkan masyarakat dapat bekerja sama menjaga momentum ini untuk mendukung pemulihan ekonomi lebih cepat.

Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi pun menjadi salah satu yang harus segera didorong oleh pemulihan. Pengembangan UMKM merupakan motor penggerak ekonomi yang dapat mendongkrak pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional.

“Pemberdayaan UMKM menjadi prioritas pemerintah untuk mendukung permodalan dan cash flow berjalan dengan baik. Pemerintah telah melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 695 triliun pada 2020 dan Rp 372 triliun pada 2021, yang mana bantuan untuk sektor UMKM mencapai Rp 123,46 triliun,” ujar Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi bertajuk Mendorong Daya Saing UMKM dan Koperasi Menuju Indonesia Maju dan Unggul yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang, Kamis (19/11/2020), seperti dilansir dalam siaran pers, Jumat (20/11/2020).

Hal ini, kata dia, menunjukkan UMKM merupakan sektor yang paling terdampak. Pemerintah terus memberikan bantuan melalui subsidi bunga dan mempermudah pesyarakat kredit/pembiayaan dan pendanaan bagi UMKM, di antaranya melalui kredit usaha rakyat (KUR), serta memberikan keringanan pembayaran pinjaman bagi UMKM. Di samping itu, koperasi simpan pinjam akan menjadi mitra pemerintah untuk usaha mikro dari sisi penyediaan pembiayaan UMKM.

Insentif lainnya, kata dia, berupa bantuan permodalan melalui perbankan secara langsung, di antaranya pajak penghasilan UMKM yang ditanggung pemerintah. Kemudian, bantuan presiden (Banpres) untuk pelaku UMKM Rp 2,4 juta bagi 12 juta UMKM, yang terdampak pandemi.

“Terobosan reformasi struktural melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 telah memudahkan sektor UMKM berupa pendirian PT perseorangan yang kini dapat dilakukan oleh satu orang saja. Selanjutnya penyederhanaan proses dalam pendirian PT,” ucap Airlangga.

Pendirian koperasi primer, kata dia, disederhanakan jumlahnya menjadi sembilan orang dan dapat melakukan rapat secara daring atau luring. Ditambah, koperasi dapat berbasis syariah, dan penyederhanaan untuk memperoleh hak paten, merk, bahkan pada sektor nelayan perizinannya cukup dengan satu pintu melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Berbagai usaha tersebut tidak dapat berhasil tanpa dukungan masyarakat, terutama para akademisi yang menambah pemahaman kepada masyarakat mengenai kebijakan yang dilakukan pemerintah,” ujar Airlangga.

Airlangga berharap webinar ini dapat menjadi wadah diskusi bagi sivitas akademi, khususnya dalam menangani pandemi dan memulihkan perekonomian bangsa. “Saya mengajak kepada kita semua tetap menjaga semangat dan kerja sama menghadapi pandemi. Saya percaya perjuangan ini dapat memberikan kesejahteraan kepada kita semua,” pungkas Airlangga.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN