Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran dalam Dialog Produktif Optimisme Pariwisata di Tengah Pandemi, Rabu, 23 Juni 2021.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran dalam Dialog Produktif Optimisme Pariwisata di Tengah Pandemi, Rabu, 23 Juni 2021.

Pengusaha Hotel: Dampak Covid-19 di 2021 Lebih Berat

Rabu, 23 Juni 2021 | 21:55 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengungkapkan, tekanan yang dihadapi industri hotel pada 2021 ini semakin berat dibanding 2021. Apalagi jika melihat tren kasus aktif Covid-19 yang kembali naik, membuat upaya pemulihan sektor hotel menjadi semakin berat.

Yusran mengungkapkan, penurunan tingkat okupansi hotel mulai terjadi pada Maret 2020. Bahkan di April 2020 sampai single digit hingga 0%. Kemudian dengan adanya beberapa pelonggaran, tingkat okupansi perlahan naik. Namun tetap saja itu tidak bisa menutupi biaya operasional, pasalnya harga sewa per kamar juga turun sekitar 40%. Kemudian di kuartal I 2021, kembali terjadi penurunan yang cukup drastis lantaran sudah masuk masa low season.

“Kalau ditanya bagaimana situasi 2021, apakah lebih baik dari 2020? Justru saat ini lebih berat karena posisinya sudah lebih dari 1,5 tahun,” kata Maulana Yusran dalam Dialog Produktif Optimisme Pariwisata di Tengah Pandemi, Rabu (23/6/2021).

Dikatakan Yusran, momentum peningkatan okupansi hotel biasanya terjadi saat Lebaran, libur sekolah, serta Natal dan tahun baru. Namun industri hotel kembali kehilangan momentum Lebaran di 2021 karena adanya kebijakan peniadaan mudik Lebaran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar (TPk) hotel klasifikasi bintang pada Januari 2021 hanya sebesar 30,35%, di Februari 2021 naik menjadi 32,40%, Maret 36,07%, kemudian di April 2021 kembali turun menjadi 34,63%.

Yusran berharap ke depan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro bisa dijalankan dengan lebih baik, sehingga pemerintah tidak sampai mengambil langkah lockdown menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19.

“Kita sepakat dengan PPKM mikro ini karena situasinya memang sedang tidak menguntungkan dengan angka Covid-19 yang tinggi. Kita mendukung langkah ini, tetapi memang di level implementasinya yang sebenarnya bermasalah. Tapi kalau sampai lockdown, ini yang akan berbahaya untuk dunia usaha pada umumnya,” kata Yusran.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN