Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Omset Ritel

Omset Ritel

Penjualan Eceran Desember 2020 Diperkirakan Kembali Tumbuh Positif

Selasa, 12 Januari 2021 | 23:45 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Kinerja penjualan eceran secara bulanan pada Desember 2020 diperkirakan kembali tumbuh positif setelah tiga bulan berturut-turut terus mengalami kontraksi. Ini terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan tersebut yang diperkirakan tumbuh sebesar 2,9% secara bulanan (mtm).

“Pertumbuhan positif ini didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada saat hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan tahun baru,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam siaran pers hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) periode November 2020, Selasa (12/1).

Menurut Erwin, seluruh kelompok penjualan eceran diperkirakan mengalami pertumbuhan positif, terutama pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Namun, kinerja penjualan eceran secara tahunan pada Desember 2020 diperkirakan masih dalam fase kontraksi dengan pertumbuhan IPR sebesar -20,7%.

Sementara itu, penjualan eceran secara bulanan pada November 2020 tumbuh membaik terutama ditopang oleh kelompok barang. Ini tercermin dari IPR pada bulan tersebut yang tumbuh -1,2% (mtm), membaik dari -5,3% (mtm) pada Oktober 2020. “Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang, dengan penjualan sandang, bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesoris tumbuh positif,” kata Erwin.

Sedangkan secara tahunan, kinerja penjualan eceran periode November 2020 mengalami kontraksi dengan pertumbuhan IPR sebesar -16,3% (yoy). Kontraksi ini lebih dalam dari bulan sebelumnya yang tercatat -14,9% (yoy). “Ini terutama dipengaruhi oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya,” jelas Erwin.

Dari sisi harga, lanjut dia, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang (Februari 2021) diperkirakan meningkat, sementara pada enam bulan mendatang (Mei 2021) menurun. Indikasi peningkatan harga pada Februari 2021 tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 150,4, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 139,8.

Menurut Erwin, peningkatan harga diperkirakan dipengaruhi perayaan keagamaan dan gangguan distribusi akibat cuaca yang kurang mendukung. Sementara itu, IEH enam bulan yang akan datang sebesar 161,7, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 163,9. “Ini terjadi sejalan dengan pasokan yang relatif terjaga saat momen Ramadan dan Idul Fitri, didukung oleh distribusi yang lancar,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN