Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Penjualan Semen Februari Naik 5,2%

Kamis, 15 Maret 2018 | 15:06 WIB

JAKARTA - Penjualan semen di dalam negeri naik 5,2% pada Februari 2018 menjadi 4,8 juta ton dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Peningkatan terjadi sejalan dengan dieksekusinya proyek-proyek pembangunan infrastr uktur awal tahun ini.

 

Hingga Februari lalu, penyerapan belanja kementerian dan lembaga pemerintah (K/L) meningkat 25,7% secara tahunan (year on year/yoy). Pencairan belanja K/L diharapkan tidak lagi menumpuk pada akhir tahun seperti sebelumnya.

 

“Konsumsi semen pada Februari lalu lebih tinggi 5,2% dibanding periode sama tahun lalu. Penjualan di semua daerah cukup bagus, terutama Sumatera dan Kalimantan yang naik cukup signifikan, utamanya Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, dan Bangka Belitung yang kenaikannya di atas 20%. Sayangnya, di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu mengalami penurunan,” kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (13/3).

 

Dia menjelaskan, konsumsi semen di Pulau Jawa juga cukup bagus, terutama di Jawa Tengah, DI Yogyakar ta, dan Banten, dengan kenaikan rata-rata sekitar 10%. Sedangkan konsumsi semen di Jawa Timur dan Jawa Barat relatif stagnan.

 

“Di Pulau Kalimantan pun cukup menggembirakan, melonjak 16,4% karena tahun lalu terpuruk akibat jatuhnya harga batu bara. Saat ini proyek jalan tol Samarinda-Balikpapan juga sudah dimulai. Begitu pula proyek strategis powerplant dan pelabuhan. Konsumsi semen di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara naik hingga di atas 50%,” papar dia.

 

Widodo menambahkan, konsumsi semen di daerah Sulawesi naik 3,2%, lebih baik dari tahun lalu yang mengalami penurunan. Kenaikan konsumsi semen di Sulawesi terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara.

 

“Ini karena jalan tol Manado ke Bitung sudah dimulai pembangunan fisiknya awal tahun ini. Pembangunan proyek-proyek strategis, seperti powerplant, smelter, dan irigasi juga sudah dimulai di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara,” papar dia. (ac/lm)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/bali-nusa-tenggara-turun-drastis/173244

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA