Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Perjakbi Anggawira saat mengisi di Perkjakbi Talk 4.0 yang berlangsung di salah satu kantor Unionspace Fintechspace di Satrio Tower.  Foto: IST

Ketua Umum Perjakbi Anggawira saat mengisi di Perkjakbi Talk 4.0 yang berlangsung di salah satu kantor Unionspace Fintechspace di Satrio Tower. Foto: IST

Perjakbi Siap Jembatani Implementasi OSS Pelaku Usaha

Gora Kunjana, Jumat, 9 Agustus 2019 | 13:05 WIB

JAKARTA, investor.id- Online Single Submission (OSS) adalah langkah yang dilakukan pemerintah untuk memberi kemudahan dalam mengurus izin usaha. Sistem ini diberlakukan di semua kementerian, lembaga dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang selama ini dilakukan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Walaupun belum sempurna, OSS saat ini dianggap sebagai hal yang paling mutakhir dan akan terus dilakukan pembaharuan-pembaharuan untuk meningkatkan layanannya. Hal ini dibuktikan dengan segera diluncurkannya versi 1.1 sistem OSS di Agustus ini. Dan, diharapkan ini akan terus berlanjut ke versi berikutnya untuk menjadi yang lebih baik.

“Sistem OSS yang saat ini dibangun sudah lebih simpel dan efisien sehingga seluruh perizinan di seluruh Indonesia dapat dilakukan satu pintu. Hal ini tentunya dapat menghindari pungli dan korupsi yang sering terjadi. Selain itu OSS ini juga menjadi integrasi perizinan yang ada dan diharapkan dapat diimplementasikan di dunia usaha serta seluruh perizinan usaha. Dengan hadirnya OSS diharapkan segala sesuatu menjadi lebih mudah dan terukur. Seluruh pelaku usaha diimbau untuk melakukan update NIB (Nomor Induk Berusaha) di sitem OSS,” kata Marianto, Kepala Bidang Kemudahan dan Insentif Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Perjakbi Talk 4.0 berlangsung di salah satu kantor Unionspace Fintechspace di Satrio Tower dihadiri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan puluhan pelaku usaha Virtual Office. Foto: IST
Perjakbi Talk 4.0 berlangsung di salah satu kantor Unionspace Fintechspace di Satrio Tower dihadiri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan puluhan pelaku usaha Virtual Office. Foto: IST

CEO Graha Inspirasi, Ahmad Hariono yang merupakan salah satu pelaku bisnis virtual office di Jakarta menilai sistem OSS ini harus segera diperbarui karena sering down dan error.

Hal serupa juga dikatakan Muhammad Santoso Putra Dermawan dari Graha Office Surabaya bahwa OSS sudah baik mereka sangat mendukung. Namun, perlu ditambahkan validasi dan verifikasi faktual alamat perusahaan yang mengajukan izin NIB.

“Menurut saya sistem OSS ini sudah bagus, namun perlu pengawasan yang lebih ketat karena dengan kemudahan yang dilakukan OSS saat ini rentan adanya penipuan dan kecurangan para pengguna jika tidak ada kontrol yang terukur terhadap domisili perusahaan,” kata Einstain Sormin, CEO SVO Suite

Ketua Umum Perjakbi Anggawira dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/8/2019), mengatakan bahwa Perjakbi sudah lama menjadi mitra strategis PTSP DKI Jakarta dan saat ini Perjakbi bisa menjadi mitra strategis yang tepat untuk dapat mensosialisasikan sistem OSS secara nasional.

“Karena saat ini ada ratusan ribu pengusaha yang berkantor di kantor para anggota Perjakbi sehingga Perjakbi bisa menjadi penghubung untuk melakukan sosialisasi aturan dan update yang ada,” kata Anggawira.

Hal tersebut dipertegas oleh Sekretaris Jenderal Perjakbi, M Hadi Nainggolan yang mengatakan bahwa Perjakbi siap menjadi mitra strategis OSS.

Perjakbi kemarin (8/8) telah menggelar Perjakbi Talk 4.0 di salah satu kantor Unionspace Fintechspace di Satrio Tower, Jakarta Selatan.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan puluhan pelaku usaha Virtual Office di Jakarta dan beberapa kota lainnya seperti Bogor, Bandung, Surabaya serta Denpasar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN