Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Sandiaga Uno bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman I Gede Ardika.

Menteri Sandiaga Uno bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman I Gede Ardika.

Sandiaga: I Gede Ardika Punya Sumbangsih Besar terhadap Pariwisata Indonesia

Senin, 22 Februari 2021 | 14:10 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

BANDUNG, investor.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan mendiang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata periode 2000-2004, I Gede Ardika telah memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan pariwisata tanah air bahkan Asia Tenggara.

I Gede Ardika wafat pada Sabtu (20/2) akibat penyakit leukimia yang dideritanya sejak 2019.

Ia kemudian disemayamkan di Rumah Duka Santo Borromeus, Bandung, Senin (22/2) dengan dilakukan upacara penghormatan terhadap almarhum di DOM Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jawa Barat.

Sandiaga yang bertindak langsung sebagai inspektur upacara menyampaikan bahwa almarhum berkontribusi besar dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab di Indonesia.

"Kita melihat keberpihakan beliau terhadap penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Senin (22/2).

Ia menyebutkan beberapa pencapaian dan hasil kerja keras I Gede Ardika untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air di antaranya Undang Undang nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor pariwisata yang ditetapkan pada 2004.

Selain itu, ia juga mencetuskan gagasan mengenai pariwisata berbasis desa dan desa wisata yang banyak berkembang. Hal itu merupakan warisannya yang dipresentasikan pada sidang umum UNWTO (United Nations of World Tourism Organization) di Santiago, Chile pada 1999. Hingga kini, gagasan tersebut menjadi program unggulan Kemenparekraf.

I Gede Ardika, kata Sandiaga, juga telah menetapkan fondasi kuat dalam pembangunan kepariwisataan nasional yang lekat dengan khazanah budaya dan kekayaan alam.

Pria kelahiran Singaraja, Bali, 15 Februari 1945 itu memiliki pandangan luas tentang kepariwisataan berkelanjutan dalam praktik pembangunan nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas.

Terbukti, hal tersebut dituangkannya dalam buku berjudul “Pariwisata Berkelanjutan, Rintis Jalan Lewat Komunitas” yang diluncurkan pada tahun 2008.

"Dalam buku yang menjadi pegangan kita semua ini, beliau menyampaikan gagasannya tentang dunia pariwisata ke depan. Beliau mengupas bagaimana pembangunan pariwisata di Indonesia yang semestinya bertumpu pada konsep prinsip-prinsip serta cita-cita sebagai bagian dari pembangunan nasional," jelas Sandiaga.

Lebih jauh, almarhum I Gede Ardika juga berjasa besar mengharumkan nama pariwisata dan kebudayaan Indonesia di kancah Internasional. Terbukti, diakuinya Keris sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada 25 November 2005 silam.

"Almarhum Bapak I Gede Ardika ikut andil menetapkan Tourism Occupational Skill Standard (TOSS) di tingkat APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) pada tahun 2000. Selain itu, SKKNI Pariwisata juga ditetapkan sebagai common competency standard di tingkat ASEAN pada tahun 2012," ungkapnya.

Hingga akhir hayatnya, I Gede Ardika masih tercatat sebagai anggota World Committee on Tourism Ethics yang mewakili kawasan Asia Pasifik di UNWTO sejak tahun 2007 hingga saat ini. Sehingga, Sandiaga mewakili seluruh jajaran pejabat di Kemenparekraf/Baparekraf mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Mendiang I Gede Ardika.

"Di akhir masa hidup almarhum, sungguh amat lengkap capaian yang patut kita teladani bersama. Karya yang nyata, prestasi yang unggul, puncak karier dan intelektualitas juga kedalaman spiritualitas yang menginspirasi," ucap Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, adik mendiang I Gede Ardika, I Gede Ardita, menuturkan sang kakak wafat pada Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 07.46 WIB akibat penyakit leukimia yang dideritanya sejak 2019.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung almarhum semasa hidupnya," ucap I Gede Ardita.

Setelah upacara penghormatan, selanjutnya akan dilanjutkan dengan prosesi kremasi di TPU Cikadut, Cicaheum, Kota Bandung. Setelah proses kremasi, dilanjutkan dengan pendem abu di Gunung Bohong, Cimahi. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN