Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sarihusada sumbang 10.000 tempe untuk Masyarakat Terdampak Pandemi

Sarihusada sumbang 10.000 tempe untuk Masyarakat Terdampak Pandemi

PRODUKSI UMKM BINAAN,

Sarihusada Bagikan 10.000 Tempe untuk Masyarakat Terdampak Pandemi

Bernardus Wijayaka, (elgor)  Kamis, 30 April 2020 | 18:27 WIB

YOGYAKARTA, investor.id - Krisis akibat pandemi yang berkepanjangan telah membawa  dampak sosial ekonomi selain dampak kesehatan. Masyarakat berharap agar bantuan tidak hanya menyasar pada penerima akhir tapi juga usaha kecil yang perlu untuk terus berjalan di tengah kesulitan akibat krisis ini.

Inilah yang dilakukan oleh PT Sarihusada Generasi Mahardhika yang merupakan salah satu unit usaha dari Danone di Indonesia.

“Sarihusada berupaya membantu masyarakat terdampak pandemi dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka melalui pembagian tempe - makanan tradisional yang memiliki kandungan protein nabati yang tinggi dan disukai oleh masyarakat - dan dengan membeli  produk tempenya dari usaha kecil binaan perusahaan,” kata Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia.

Rumah Tempe Srikandi Genengan (RTSG) merupakan salah satu usaha kecil pembuatan tempe sehat binaan PT Sarihusafa Generasi Mahardhika di Desa Geneng Kecamatan Prambanan, Klaten.

Menurut Karyanto, dibandingkan dengan industri pembuatan tempe lain di masyarakat, Rumah Tempe Srikandi ini memiliki kelebihan karena digawangi oleh kader kader perempuan yang dididik untuk membuat Tempe secara hiegenis di semua proses mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi hingga pengemasan produk.

“Untuk membantu produksi dimasa pandemi ini, kami memesan 10.000 tempe ke Rumah Tempe Srikandi untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid di wilayah Klaten dan Yogya,” katanya.

Rumah Tempe Srikandi ini dirancang dan dibangun bekerjasama dengan Rumah Tempe Indonesia Bogor yang dibina oleh Prof DR Made Astawan, Guru Besar Institut Pertanian Bogor. Berbeda dengan industri kecil pembuatan tempe lain, Rumah Tempe Srikandi - yang pernah dikunjungi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini - menggunakan alat produksi standar industri modern sehingga lebih hiegenis.

“Rumah Tempe Srikandi  yang berdiri sejak Juli 2017 ini digawangi oleh 30 tenaga kerja wanita dan 5 tenaga kerja pria. Alat alat produksi dirancang lebih ribgan agar produksi bisa dilakukan oleh perempuan. Ini kami lakikan dalam rangka upaya pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi,” tambah Karyanto.

Bantuan 10.000 tempe produksi dari Rumah Tempe Srikandi di Klaten tersebut dibagikan kepada pemulung, kelompok wanita kepala rumah tangga, panti asuhan, kelompok difabel, lansia dan masyarakat dalam kategori dan area yang rentan lain.

“Di tengah kondisi pandemi ini, Danone melalui berbagai unit usahanya berupaya untuk dapat turut berkontribusi, termasuk melalui penyediaaan akses makanan sehat. Selain memastikan pasokan produk bernutrisi yang esensial bagi kesehatan masyarakat dengan protokol kesehatan yang ditingkatkan dan sesuai dengan anjuran pemerintah, kami juga melakukan bantuan makanan bergizi di beberapa kota melalui kerjasama dengan berbagai lembaga sosial kemasyarakatan,” kata Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia.

Bantuan ini, lanjut dia, diprioritaskan bagi pihak yang paling terdampak seperti, pekerja nonformal, serta masyarakat dalam kategori dan area yang rentan. “Bantuan makanan gratis ini juga turut mendukung UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) karena kami dan mitra LSM kami membeli dari UMKM agar mereka tetap dapat melakukan aktifitas ekonomi di tengah  situasi saat,” tambah Arif.

Upaya Sarihusada dalam membantu usaha kecil binaa ini mendapat apresiasi dari pegiat Rumah Tempe Srikandi.

“Dalam situasi pandemi Covid -19 omset kami menurun, selain harga kedelai yang naik, kapasitas produksi juga turun karena permintaan yang berkurang, tim pemasaran juga kurang efektif bergerak karena adanya pembatasan. Kami mengapresiasi Sarihusada yang telah memberikan donasi berupa tempe produksi kelompok kami, sangat membantu usaha kami tetap berjalan. Di sisi lain kami  merasa bangga bisa ikut andil berbagi dengan sesama yang sedang mengalami kesulitan”, kata Selly Marfiana, Ketua kelompok RTSG, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa Geneng.

Dalam membantu upaya mengatasi pandemi, Kelompok usaha Danone di Indonesia juga telah memberikan bantuan berupa APD (Alat Pelindung Dasar) untuk tenaga medis di Yogya senilai Rp 300 juta, yang diserahkan melalui BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu juga menyalurkan bantuan minuman, makanan,  paket sembako, dan hand sanitizer  kepada masyarakat sekitar pabrik yang berada di Yogyakarta maupun di Prambanan, Klaten.

Sumber : Suara Pembaruan

BAGIKAN