Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao

Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao

Sektor Mamin Hingga TPT Pulih

Senin, 3 Mei 2021 | 10:48 WIB
Sanya Dinda Susanti ,Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Banyak sektor usaha mulai pulih dan bahkan bisa tumbuh seiring gencarnya vaksinasi Covid-19 dan pemberian stimulus ekonomi. Kinerja industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, kimia, farmasi, alat kesehatan, logam dasar,pertanian, properti, serta telekomunikasi membaik tahun ini.

Sedangkan sektor yang masih belum pulih antara lain industri otomotif, elektronik, pariwisata, transportasi, dan ritel. Untuk itu, pemerintah, pengusaha, maupun buruh harus bahu-membahu untuk mempercepat pemulihannya.

Pertumbuhan PDB beberapa lapangan usaha
Pertumbuhan PDB beberapa lapangan usaha

Demikian rangkuman keterangan Inspektur Jenderal KementerianPerindustrian Masrokhan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil, Dirut PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, Direktur Komersial PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Melati Sarnita, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani, serta Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Kukuh Kumara.

Mereka memberikan keterangan secara terpisah.

Inspektur Jenderal KementerianPerindustrian Masrokhan. Foto: IST
Inspektur Jenderal KementerianPerindustrian Masrokhan. Foto: IST

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Masrokhan mengatakan, saat ini, aktivitas industri mulai kembali menggeliat setelah terpukul pandemiCovid-19 yang merebak di Tanah Air sejak Maret tahun lalu. Data Kemenperin menunjukkan, utilisasi industri pengolahan membaik di level 61,30% kuartal I-2021. Tahun lalu, utilisasi anjlok ke level 61,10%, dibanding sebelum pandemic yang mencapai 76,30%.

“Namun, kini ada tiga industri yang sudah mencatat utilisasi di atas level 70%, yakni industri makanan dan mi numan, kimia dan barang kimia, serta tekstil. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada pada level ekspansi 53,2 di Maret 2021, atau angka tertinggi sepanjang sejarah,” kata Masrokhan pekan lalu.

Pemulihan sejumlah sektor usaha di beberapa
Pemulihan sejumlah sektor usaha di beberapa

Direktur Komersial PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Melati Sarnita mengatakan, permintaan ekspor kini tinggi dan diperkirakan berlangsung sampai Agustus mendatang. Tren ekspor yang bagus ini dinilai karena suplai global belum pulih, sementara Indonesia masih tetap mempertahankan produktivitas industrinya, dibanding negara-negara lain, di tengah pandemi Covid-19.

“Target kami kan harus memenuhi kebutuhan domestik dulu, kelebihan produksinya baru diekspor. Dari baja pun kelihatan naik ekspornya. Kami, untuk ekspor, menjual Hot Rolled Coil atau HRC,” ujar Melati.

Direktur Komersial PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Melati Sarnita. Foto: IST
Direktur Komersial PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Melati Sarnita. Foto: IST

Tidak hanya hasil positif di pasar ekspor, lanjut dia, penjualan domestik juga positif. Penjualan domestic tumbuh 21% pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal IV- 2020.

Hal ini sejalan dengan target yang diberikan Kementerian BUMN kepada Krakatau Steel untuk menaikkan produksi dan penjualan.

“Biasanya Krakatau Steel menjual sekitar 143.000 ton per bulan, pada kuartal I-2021 mampu menjual 170.000 ton atau sudah diatas 85% utilisasinya. Sudah pulih seperti sebelum pandemi. Makanya kita bisa kompetitif sekali dan bisa masuk pasar ekspor dengan mudah. Karena kita bisa bersaing,” kata dia.

Dirut PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi. Foto: IST
Dirut PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi. Foto: IST

Sedangkan Dirut PT Pupuk Kaltim (PKT) Rahmad Pribadi mengatakan sebelumnya, permintaan pupuk sempat turun dalam beberapa bulan awal pandemi Covid-19, tapi kemudian meningkat kembali. Industri ini masuk kategori sektor industri kimia. (ed/dho/tl/ac/pd/en)

Baca juga

https://investor.id/business/industri-orientasi-ekspor-juga-mulai-tumbuh

https://investor.id/business/indonesia-bersaing-dengan-thailand-di-industri-otomotif

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN