Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pusat perbelanjaan di Surabaya. Foto: Investor Daily/Amrozi Amenan

Pusat perbelanjaan di Surabaya. Foto: Investor Daily/Amrozi Amenan

Selama PPKM, Surabaya Batasi Jam Operasional Mal Sampai Pukul 20.00

Senin, 11 Januari 2021 | 21:30 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membatasi jam operasional mal atau pusat perbelanjaan di Surabaya sampai pukul 20.00 WIB selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Wali  Kota Surabaya (Perwali) Nomor 2 Tahun 2021 perubahan atas Perwali Nomor 67 tahun 2020 yang diterbitkan oleh Pemkot Surabaya sehubungan dengan PPKM di kota Surabaya.

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, Perwali Nomor 2 Tahun 2021 itu mengatur jam operasional atau jam malam, yang akan dikuatkan dengan surat edaran (SE).

Pembatasan jam operasional mal atau pusat perbelanjaan yang semula di Perwali sampai pukul 22.00.00 WIB, sekarang dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Keputusan tersebut juga berbeda satu jam lebih malam dari Instruksi Mendagri semula, yakni maksimal pukul 19.00 WIB.

Keputusan maksimal sampai pukul 20.00 WIB diambil sesuai dengan kearifan lokal.

“Instruksi Mendagri semula jam 19.00 WIB. Namun, ketika rapat tadi koordinasi bisa dilakukan sesuai dengan kearifan lokal. Kita melihat Kabupaten Kota yang justru menutup jam 20.00 WIB, itu lebih masuk akal. Maka, kita putuskan untuk Surabaya tetap jam 20.00 WIB,” ujar Whisnu usai rapat koordinasi di Balai Kota Surabaya, Senin (11/1/2021).

Lalu, untuk penerapan check point perbatasan Surabaya, Whisnu menjelaskan, sesuai usulan Polrestabes Surabaya maka diterapkan di tiga titik, yakni Tambak Osowilangon, Bundaran Waru (Cito) dan Merr Gununganyar.

“Tapi sifatnya bukan filterisasi, hanya penebalan personel untuk pengawasan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sedangkan untuk aturan work from home (WFH) 75 persen berlaku untuk seluruh perusahaan, kecuali industri atau pabrik.

“Untuk industri atau pabrik cukup dengan menjaga Prokes,” kata Wishnu.

Dia juga meminta agar masyarakat tidak perlu merasa trauma dengan PPKM. “Karena semua hampir sama dengan Perwali 67 yang sudah dijalankan selama ini,” ujarnya.

Surabaya termasuk 11 kabupaten/kota yang telah diputuskan oleh Pemprov Jatim yang menerapkan PPKM mulai 11-25 Januari 2021.

Selain Surabaya, kota/kabupaten lainnya adalah Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Lamongan, Ngawi, dan Kabupaten Blitar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN