Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Sengketa Berakhir Damai, Sarinah dan Parna Jaya Miliki ‘Fifty-fifty’ Saham Hotel Sari Pan Pacific

Selasa, 4 Mei 2021 | 23:03 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Sengketa hukum antara PT Sarinah (Persero) dan PT Parna Jaya yang berlangsung sejak 2007 berakhir damai. Kedua pihak bermufakat  untuk saling memiliki 50% atau fifty-fifty saham Hotel Sari Pan Pacific yang semula disengketakan.

Sarinah dan Parna Jaya  sepakat mengakhiri secara damai sengketa dan upaya hukum yang telah, sedang, atau akan dijalankan sesuai putusan peninjauan kembali (PK) perdata, putusan perdata rapat umum pemagang saham (RUPS), dan putusan Tata Usaha Negara (TUN) perihal komposisi kepemilikan saham Sarinah dan Parna Jaya di Hotel Sari Pan Pacific.

Menteri BUMN, Erick Thohir mendukung penuh keputusan perdamaian kedua pihak. Langkah tersebut sangat membantu kemajuan Sarinah ke depan. “Saya ingin semua persoalan di BUMN bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Adalah menjadi bentuk komitmen Kementerian BUMN untuk membangun ekosistem yang sehat antara BUMN dan swasta,” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (4/5).

Menurut Menteri BUMN, kerja sama yang baik antara Sarinah dan Parna Jaya telah terjalin sejak 2007. “Atas tercapainya kesepakatan hari ini, kita semua tentu berharap pengelolaan Hotel Sari Pan Pacific dapat semakin ditingkatkan secara profesional,” tegas dia.

Dikelola Parna Jaya 15 Tahun 

Informasi  Kementerian BUMN menyebutkan,  berdasarkan perjanjian kerja sama usaha patungan (joint venture), PT Sarinah awalnya masuk sebagai pemegang saham PT Sariarthamas Hotel Indonesia/SHI (dulu PT Sarinitokyu Hotel Corp). Perjanjian kerja sama itu kemudian dituangkan dalam basic agreement pada 30 September 1970.

Pada 2007, PT Parna Jaya yang bernaung di bawah bendera Parna Raya Group turut bergabung sebagai pemegang saham PT SHI bersama PT Sarinah dengan cara mengambil alih saham yang semula dimiliki PT Konsultasi Pembangunan Semesta, Tokyo Corporation, dan Sojitz Corporation.

Sarinah dan Parna Jaya kemudian membuat perjanjian kerja sama yang dikenal sebagai Perjanjian Sarinah-Parna pada 25 Juli 2007. Perjanjan inilah yang kemudian memicu sengketa pada kepemilikan Hotel Sari Pan Pacific.

Kini, Sarinah dan Parna Jaya sepakat mengakhiri secara damai sengketa-sengketa hukum tersebut. Kedua pihak sepakat untuk saling memiliki 3.750 saham atau setara 50%-50% hotel legendaris di Jl MH Thamrin Jakarta tersebut.

Berdasarkan hasil RUPS perusahaan, kedua pihak pihak juga setuju bahwa kewajiban inbreng pihak pertama (Sarinah) berupa penyerahan tanah seluas 2.280 m2 kepada pihak kedua (Parna Jaya) bakal dikesampingkan.

Selanjutnya, Sarinah dan Parna Jaya sepakat memberikan hak pengelolaan dan pengoperasioan Hotel Sari Pan Pacific kepada Parna Jaya selama 15 tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

“Sebagai salah satu hotel legendaris di pusat Jakarta yang mulai beroperasi sejak 1976, Hotel Sari Pan Pacific memiliki potensi besar dengan perpaduan antara fasilitas terbaik dan lokasi yang strategis. Saya percaya, dengan dimulainya babak baru ini, Sari Pan Pacific akan lebih baik lagi,” tandas Erick Thohir.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN