Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

IC-CEPA BERLAKU,

Sritex Siap Genjot Ekspor ke Amerika Latin

Ridho Syukra, Senin, 12 Agustus 2019 | 08:09 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) akan memanfaatkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (Indonesia- Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement/IC-CEPA) untuk menggenjot ekspor ke kawasan Amerika Latin.

Emiten berkode saham SRIL itu menilai, penyelesaian ICCEPA cukup positif dan dapat memperluas akses pasar ekspor pemain tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.

IC-CEPA mulai berlaku 10 agustus 2019. Indonesia dan Chile Negara sepakat meningkatkan hubungan perdagangan melalui skema perdagangan bebas itu.

Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam mengatakan, selama ini, perseroan jarang menjangkau pasar Amerika Latin. Itu sebabnya, Chile bisa menjadi pintu masuk ekspor ke kawasan itu“Dengan adanya IC-CEPA, peluang untuk meningkatkan ekspor ke Amerika Latin semakin tinggi,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, ekspor TPT perlu didorong. Peningkatan daya saing sektor ini juga perlu dilakukan, karena masuk sektor percontohan industry 4.0. Sritex mendukung langkah pemerintah dan berharap pemerintah semakin memperbanyak perjanjian dagang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan, berlakunya IC-CEPA ini didukung dengan diterbitkannya peraturan pelaksana, yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 59 Tahun 2019 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Asal untuk Barang Asal Indonesia. Sebanyak 7.669 pos tarif produk Indonesia akan dihapuskan tarif bea masuknya oleh Chile.

Dari jumlah itu, sebanyak 6.704 pos tarif langsung mendapatkan tatif BM 0%. Sementara itu, sebanyak 965 pos tarif sisanya akan dihapus secara bertahap hingga enam tahun ke depan.

Untuk itu, tarif preferensi IC-CEPA ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha Indonesia. Produk-produk Indonesia yang mendapat tarif BM 0% di pasar Chile antara lain pertanian seperti kelapa sawit, teh, kopi, pisang, sarang burung walet, sayur, dan buah tropis; produk perikanan seperti tuna, lobster, udang, kepiting, dan ubur-ubur; produk manufaktur seperti alas kaki, ban, tekstil, perhiasan, dan peralatan militer; dan lain sebagainya.

Total perdagangan Indonesia-Chile mencapai US$ 274 juta pada 2018. Sementara itu, Januari-Mei 2019, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 123,8 juta, dengan ekspor Indonesia sebesar US$ 61,6 juta dan impor sebesar US$ 62,1 juta, sehingga Indonesia defisit US$ 484,3 ribu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN