Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku moderator, Primus Dorimulu (kiri) bersama para pembicara: Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk Budi Tirtawisata dan Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ade R Susardi dalam acara virtual conference Economic Outlook 2021 hari ketiga sesi pertama dengan tema Outlook Pariwisata 2021 live streaming di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerjasama Berita Satu Media Holdings dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku moderator, Primus Dorimulu (kiri) bersama para pembicara: Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk Budi Tirtawisata dan Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ade R Susardi dalam acara virtual conference Economic Outlook 2021 hari ketiga sesi pertama dengan tema Outlook Pariwisata 2021 live streaming di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerjasama Berita Satu Media Holdings dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Tentang 6 Jurus Gairahkan Industri Pariwisata

Sabtu, 28 November 2020 | 15:50 WIB
Indah AP

JAKARTA- Pandemi Covid-19 menjadi bencana mematikan bagi industri pariwisata Indonesia saat ini. Sektor pariwisata yang merupakan 1 dari 7 program strategis yang ditargetkan pemerintah untuk percepatan upaya pemulihan ekonomi nasional ikut terkena imbas sangat serius.

Berdasarkan data tahun 2019, jumlah wisatawan mancanegara tercatat 16,1 juta dibandingkan tahun 2018 sebanyak 15,8 juta atau naik 1,88%. Sedangkan laporan per Januari - September 2020 menunjukkan, jumlah wisatawan mancanegara baru mencapai 3,6 juta atau turun 70,6% dari periode yang sama tahun 2019.

"Kalau dari sisi tourist arrivalnya itu 3.562.255, sementara tahun 2019 itu di angka 16,1 juta. Ini dropnya luar biasa sekali hampir 71%. Occupancy perhotelan terakhir sekitar 30%," kata Ketua Umum Perhimpunan Perhotelan dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dalam acara Outlook Pariwisata 2021 yang diselenggarakan Beritasatu Media Holding pada Kamis (26/11) lalu.

Menurut Hariyadi, kondisi saat ini masih memprihatinkan tetapi ada sedikit harapan. Data pergerakan pesawat mengalami kenaikkan cukup besar antara Januari-November 2020. Per 14 November, pergerakan pesawat mencapai 36.960 dibandingkan bulan Mei 2020, saat kondisi paling berat, sekitar 27.479 pergerakan pesawat.

Untuk meningkatkan demand pariwisata, kata Hariyadi, ada lima hal yang perlu diperhatikan. Pertama, confidence atau rasa percaya diri dari masyarakat bahwa pandemi Covid-19 bisa terkendali. "Bagaimana kita confidence melakukan protokol yang ada dan kita betul-betul bisa dan kita punya keyakinan bahwa kita save," kata Hariyadi. 

Kedua, pemerintah menghentikan yang namanya PSBB atau PSBB transisi dan tetap menerapkan protokol kesehatan agar membuat ekonomi dan pariwisata bisa bergerak. Ketiga, mengantisipasi terhadap berita-berita yang tidak benar atau HOAX terkait Covid-19.

Keempat, pemerintah diharapkan benar-benar bisa memberikan stimulus yang efektif sesuai dengan kebutuhan dan segara mungkin mengeksekusi dari belanja pemerintah. Hariyadi mengharapkan pemerintah untuk bisa sharing the burden. Caranya, semua biaya yang berkaitan dengan pajak, jaminan sosial, biaya utilitas dipotong sedemikian rupa sehingga dapat meringankan beban.

Ia juga meminta pemerintah untuk menyediakan stimulus bagi industri pariwisata lewat korporasi dan pekerjanya. "Mudah-mudahan sudah bisa dieksekusi untuk 101 kabupaten dan kota. Dan jumlahnya cukup banyak sebesar Rp 3,3 triliun, di mana 70% untuk industri dan 30% untuk pemerintah daerah," kata Hariyadi.

Sebelumnya, kata Hariyadi, industri sudah mendapatkan kepastian dari OJK berupa relaksasi hutang selama dua tahun. Dari Maret 2020-Maret 2022 akan banyak membantu kami terutama terkait berhubungan dengan perbankan.

Jurus kelima, membuat program-program bundling antara penerbangan dan hotel. "Insya Allah pada bulan Desember 2020, kita pertama kali dengan Air Asia dulu karena ini sebenarnya kerja sama dari INACA. Saya mendengar dari partner kami, Air Asia, bahwa penerbangan untuk di Bali sudah penuh karena memang sangat murah harganya. Jadi kalau lihat online travel agent terlihat Bali mulai bergeliat di Desember nanti," kata Hariyadi.

Sedangkan jurus keenam, berupa optimalisasi big data untuk mengkonsolidasikan permintaan yang tersebar di internet.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN