Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari kiri ke kanan: Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI Syailendra, Senior Director of Partnership and National Corporate Sales Helmy Kurniawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Dari kiri ke kanan: Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI Syailendra, Senior Director of Partnership and National Corporate Sales Helmy Kurniawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Kemendag Gandeng Sektor Perhotelan, Akomodasi, dan Perbankan

Jumat, 16 Oktober 2020 | 10:49 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan menggandeng grup perhotelan Accor PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal tersebut diimplementasikan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama tentang 'Kerja Sama Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan'.

Penandatanganan nota kesepakatan bersama dilakukan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Syailendra, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, dan Presiden Direktur PT AAPC Indonesia Garth Simmons yang hadir secara diwakilkan. Penandatanganan disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Novotel Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10).

"Permasalahan yang sering dijumpai UMKM yakni pada aspek kualitas produk, modal, desain kemasan, dan pasar. Untuk itu, pemerintah dengan dukungan pihak-pihak terkait berkomitmen membantu menyediakan dan memperluas pasar produk UMKM dengan memberikan kemudahan pembiayaan dan pemasaran bagi UMKM," ujar Mendag Agus dalam keterangan resminya.

Sebagai tindak lanjut nota kesepakatan bersama, acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri (P3DN) Ditjen PDN Kemendag, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Accor untuk hotel-hotel di Wilayah Jawa Tengah, dan dengan PT BNI (Persero) Tbk Wilayah Semarang. Selanjutnya dilaksanakan kontrak kerja sama antara UMKM dengan Novotel, dan pemberian pembiayaan kepada UMKM oleh BNI Wilayah Semarang.

Kemendag Gandeng Sektor Perhotelan, Akomodasi, dan Perbankan
Kemendag Gandeng Sektor Perhotelan, Akomodasi, dan Perbankan

"Kami berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam hal pemasaran produk dan pembiayaan bagi usaha dengan mudah dan murah melalui KUR BNI," imbuh Syailendra.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menjelaskan, peran BNI di era digital dalam pengembangan UMKM yakni dalam hal digitalisasi pembayaran, penyaluran pembiayaan UMKM, dan pengembangan bisnis rintisan melalui Agen46. Pada kesempatan itu, BNI kantor Wilayah Jawa Tengah sekaligus menyerahkan secara simbolis pembiayaan kepada UMKM.

"BNI telah mendukung digitalisasi pembayaran ritel melalui EDC merchant, QR Code Payment, serta e–Retribusi di pasar rakyat. Digitalisasi pembayaran ini turut mendukung protokol Covid-19 yang mengurangi kontak fisik antara pembeli dan penjual," ujarnya.

Sedangkan, melalui penyaluran pembiayaan KUR kepada para UMKM, diharapkan UMKM dapat memanfaatkan akses pembiayaan perbankan untuk meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pembeli, dan pada akhirnya meningkatkan omset penjualannya.

Sementara melalui Agen46, pelaku UMKM dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang BNI. Agen46 memberikan layanan perbankan pembukaan rekening, tarik tunai dan transfer uang, hingga pembayaran pajak. Hal ini berdampak pada pemerataan edukasi keuangan serta meningkatkan jumlah UMKM yang bankable.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak ini dalam mendorong UMKM. "Dipertemukannya antara Accor sebagai pembeli jangka panjang dengan pedagang, khususnya UMKM, adalah stimulus yang baik, apalagi didukung dengan hadirnya perbankan. Mudah-mudahan dengan penerapan protokol kesehatan yang baik di masa pandemi ini, industri perhotelan bisa tetap berjalan sehingga UMKM dapat terus terbantu," ujarnya.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN