Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam jumpa pers Kick Off penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, di Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Foto: IST

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam jumpa pers Kick Off penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, di Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Foto: IST

Ubud Bali Ditetapkan Sebagai Destinasi Gastronomi Dunia

EPA, Rabu, 12 Juni 2019 | 15:08 WIB

JAKARTA - Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali, segera ditetapkan sebagai destinasi gastronomi (tata boga) berstandar global oleh organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO). Selain Ubud, Bandung dan kawasan Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar) segera diajukan pemerintah Indonesia untuk menjadi destinasi gastronomi berstandar global.

"Program destinasi gastronomi berstandard UNWTO ini akan menjadi pencapaian pariwisata Indonesia untuk menjadi yang terbaik di global," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada acara kick off penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototipe standar UNWTO di Jakarta, Selasa (11/6).

Arief Yahya mengatakan, keuntungan mempromosikan wisata kuliner atau gastronomi adalah rasa makanan tidak bisa dipresentasikan melalui visual, itu sebabnya para wisatawan harus datang ke destinasinya untuk menikmati makanan lokal.

Menpar sangat optimistis dengan program ini, karena untuk menjadi yang terbaik perlu proses panjang dan komitmen semua pihak terkait. “Jika ingin bersaing di global, harus menggunakan standar gobal dan menjadi yang terbaik akan menaikan 3C seperti saat kita meraih penghargaan dunia, yaitu credibility, confidence, dan calibrate," ujar dia.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vita Datau menjelaskan, program yang dikerjakan oleh Kementerian Pariwisata dan UNWTO ini memasuki tahapan penting, yaitu kunjungan tim yang ditunjuk oleh UNWTO untuk melakukan pendalaman dan penilaian atas destinasi yang diusulkan oleh Kementerian Pariwisata sejak 2017. Tahap ini disebut sebagai tahap pengembangan produk wisata gastronomi di Ubud, dimana ditahap ini akan banyak melibatkan peran pemerintah Kabupaten Gianyar, dan pelaku industri pariwisata.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN