Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Wika Targetkan Laba Bersih Rp 350 Miliar

Senin, 7 Februari 2011 | 16:49 WIB
Antara

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (Wika) menargetkan laba bersih pada 2011 sebesar Rp 350 miliar, naik 29,62% dibanding laba (unaudited) 2010 yang dipekirakan mencapai Rp 270 miliar.

"Peningkatan laba didorong melonjaknya perolehan kontrak yang diperoleh perseroan," kata Direktur Utama Wika Bintang Perbowo, di sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin.

Menurut Bintang, pada tahun 2011 perseroan menargetkan kontrak sebesar Rp 25,67 triliun, naik dari tahun 2010 sekitar Rp 24 triliun.

Pada saat sama, penjualan pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2011 diperkirakan mencapai Rp 9,44 triliun.

Bintang menuturkan, perseroan saat ini sedang gencar melakukan ekspansi pada proyek konstruksi atau pembangunan Engineering, Procurement and Construction (EPC), meliputi pengerjaan pembangkit, konstruksi perusahaan minyak dan gas.

Sektor konstruksi yang terdiri dari general construction, bulding construction, mechanical/ electrical, dan energy masih memberi kontribusi yang dominan. "Akan tetapi pengerjaan yang lama berupa pembangunan jalan, gedung, airport, pelabuhan juga tetap dikembangkan," ujarnya seperti dikutip Antara.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 522 miliar, lebih tinggi dibanding capex 2010 sebesar Rp 460 miliar.

Bintang menambahkan, belanja modal tahun 2011 akan dialokasikan untuk pengembangan usaha sebesar Rp 308 miliar, penyertaan Rp 202 miliar, dan untuk investasi aktiva tetap Rp 22 miliar.

Adapun belanja operasional yang akan dibelanjakan perusahaan mencapai Rp 203 miliar dari sebelumnya Rp 203 miliar. (tk)

Editor :

BAGIKAN