Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Google, Temasek, dan Bain & Company umumkan perkembangan ekonomi digital Asean tahun 2020. (IST)

Google, Temasek, dan Bain & Company umumkan perkembangan ekonomi digital Asean tahun 2020. (IST)

2020, Nilai Ekonomi Digital RI US$ 44 Miliar

Selasa, 24 November 2020 | 19:25 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Google, Temasek, dan Bain & Company menerbitkan laporan e-Conomy SEA, yang bertajuk At full velocity: Resilient and Racing Ahead. Dalam laporan tahunan kelima tersebut, total nilai ekonomi internet/digital Indonesia (RI) diperkirakan mencapai US$ 44 miliar, atau sekitar Rp 615,51 triliun pada 2020.

Nilai tersebut tumbuh 11% dibandingkan US$ 40 miliar, atau sekitar Rp 559,55 triliun tahun 2019. Pada 2025, nilai ekonomi internet Indonesia diperkirakan tumbuh mencapai US$ 124 miliar, atau sekitar Rp 1.734,62 triliun.

Laporan itu mengungkapkan, pertumbuhan momentum perdagangan secara elektronik (e-commerce) di Tanah Air tercermin dari peningkatan lima kali lipat jumlah suplier lokal yang mencoba berjualan secara daring (online) karena pandemi Covid-19.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, laporan tahun tersebut menunjukkan ekonomi digital Indonesia masih mampu terus tumbuh dua digit, dipimpin oleh pengungkit e-commerce dan media online.

“Dengan adanya pandemi, sektor tertentu seperti perjalanan dan transportasi memang terhambat. Tetapi, seperti yang ditunjukkan laporan ini, hingga 2025, keduanya diperkirakan kembali bangkit dalam jangka pendek hingga menengah,” ungkap Randy, melalui virtual conference, Selasa (24/11).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia terjadi seiring dengan  kawasan Asia Tenggara. Ekonomi digital di kawasan ini bertumbuh kian cepat akibat pandemi mencapai US$ 100 miliar, atau sekitar Rp 1.398,88 triliun pada 2020 dan diproyeksikan melampaui US$ 300 miliar, atau sekitar  Rp 4.196,66 triliun tahun 2025.

Randy menjelaskan, pada 2020, lebih dari sepertiga konsumen layanan digital di Asia Tenggara mulai menggunakan layanan online baru karena Covid-19. Khusus di Indonesia, 37% konsumen digital telah menggunakan layanan baru daring karena pandemi.

Sementara itu, lebih dari setengah konsumen digital baru di Tanah Air (56%) berasal dari daerah nonmetro dan 93% dari mereka berkata akan terus menggunakan setidaknya satu layanan digital setelah pandemi berakhir.

Selain itu, waktu aktivitas online rata-rata per hari selama pandemi untuk tujuan pribadi tercatat meningkat jadi 4,7 jam selama PSBB dari 3,6 jam sebelum pandemi, dan kemudian menjadi 4,3 jam setelah PSBB.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN