Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ismail, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo  dalam acara Beritasatu Economic Outlook 2021 hari ke-4 bertema Indonesia Digital Infrastructure Report Launching di Jakarta, Kamis (25/11/2021) Foto: BeritasatuPhoto/Emral Firdiansyah

Ismail, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo dalam acara Beritasatu Economic Outlook 2021 hari ke-4 bertema Indonesia Digital Infrastructure Report Launching di Jakarta, Kamis (25/11/2021) Foto: BeritasatuPhoto/Emral Firdiansyah

AKSELERASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DIGITAL,

Kemkominfo Berikan Insentif untuk Operator Telko

Kamis, 25 November 2021 | 21:10 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terus mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur digital, terutama kepada operator telekomunikasi, agar terus membangun jaringan internet hingga ke pelosok Tanah Air. Langkah tersebut terus dilakukan disertai dengan sejumlah stimulus dan insentif untuk operator telekomunikasi.

“Insentif yang kita berikan kepada operator telko tentu tidak berupa dalam bentuk fresh money. Tetapi, policy-policy kita sekarang sangat ramah,” kata Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo dalam acara Economic Outlook 2022 hari ke-4 dengan tema “Indonesia Digital Infrastructure Report Launching” yang diselenggarakan oleh Beritasatu Media Holdings (BSHM) dan disiarkan secara virtual, Kamis (25/11).

Adapun insentif yang diberikan anatara lain, pertama, common infrastructure. Dalam hal ini, pemerintah melalui Kemkominfo juga turut membangun jaringan backbone, seperti Palapa Ring hingga pelosok. Operator telko tinggal menyambungkan askes tersebut ke lokasi-lokasi yang sesuai dengan kemampuan operator telko.

“Jadi common infrastructure seperti backbone dan lain-lainya, yang sulit-sulit yang dibangun para telko operator sendiri, goverment ikut serta di sana. Jadi, itu sudah memberikan insentif yang luar biasa buat teman-teman operator untuk bisa hadir sampai pelosok tanah air tanpa harus membangun sendiri. Itu adalah palapa ring dan sekarang akan berkembang menjadi enhanche palapa ring. Jadi, lebih luas lagi meng-cover sampai pelosok,” ujar Ismail.

Kedua, Kemkominfo juga turut menjaga regulatory price/ regulatory cost. Menurut Ismail, sudah bertahun-tahun regulatory cost di Indonesia tidak pernah naik. Hanya sedikit adjusment terhadap BI rate.

“Kita menjaga itu, agar tidak membebani operator dengan beban regulatory cost yang tidak wajar. Jadi itu sebenarnya insentif juga buat teman-teman telko operator yang tidak dirasakan. Memang tidak turun, tetapi secara total tidak pernah naik. Jadi ke depan mungkin overall bisa turun kalau kemudian jumlah frekuensinya sudah semakin besar,” jelas Ismail.

Ketiga, Kemkominfo juga ikut chip in di digital talent. Karena ini adalah investasi yang besar buat telko operator untuk mendapatkan digital talent yang memadai, kalau itu tidak disiapkan oleh pemerintah.

“Oleh karena itu, angka besar-besaran disiapkan oleh Kemkominfo, juga termasuk pendidikan yang mendorong sertifikasi-sertifikasi di level advance dan intermediate. Supaya bagian yang mahal di investasi Sumber Daya Manusia (SDM), kalau telko operator harus invest sendiri di sini akan sangat mahal dan lama,” ungkap Ismail.

Di sisi lain, Kemkominfo juga turut mendorong untuk menghindari biaya-biaya ekonomi yang tinggi. Pemerintah, lanjut Ismail, memegang prinsip kalau tidak bisa ikut membantu, jangan mengganggu.

“Jadi jangan sampai pemerintah hadir malah mengganggu. Kita akan siapkan aturan dan ikut turun ke Pemerintahan Daerah (Pemda) kalau dibutuhkan. Ini insentif yang penting bagi teman-teman operator. Karena time to market itu adalah kata kunci buat teman-teman oprator. Jangan sampai mereka terlambat masuk ke market karena adanya proses perizinan. Kemkominfo sekarang luar biasa mendorong proses perizinan sangat cepat, transparan, dan jelas,” tandas Ismail.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN