Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Raditya. (IST)

CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Raditya. (IST)

Teknologi Chatbot Banyak Digunakan Start-up

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:03 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kata.ai, perusahaan teknologi yang fokus pada pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) berbasis natural language processing dalam bentuk chatbot, telah membantu lebih dari 150 bisnis lewat teknologi chatbot. Start-up pun menempati posisi kedua terbesar sebagai industri yang intensif menggunakan chatbot dalam kegiatan operasionalnya.

CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Raditya menyampaikan, perusahaan start-up merupakan kategori pelanggan kedua terbesar yang ditangani Kata.ai setelah segmen perusahaan (enterprise). Jumlahnya mencapai 18,4% dari total bisnis yang didukung.

“Ragam start-up juga bervariasi dan banyak, mulai dari e-commerce, edutech, healthcare, dan fintech. Salah satu alasan banyak start-up menggunakan chatbot berangkat dari kebutuhan untuk bisa operasional 24/7 dengan sumber daya serta investasi dana operasional yang lebih efisien,” ujar Irzan, dalam pernyataannya, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Kata.ai Berikan Solusi Percakapan Semua Bisnis

Menurut dia, bisnis start-up identik membutuhkan strategi penetrasi pasar dengan bujet marketing yang tinggi dan memiliki dampak tertentu apabila tidak diiringi dengan akuisisi pasar yang efektif serta pertumbuhan bisnis yang eksponensial.

Apalagi, di tengah fenomena start-up bubble yang terjadi akibat isu profitabilitas dan berbagai kerugian lain dari sisi operasional. Teknologi tepat guna, termasuk chatbot, pun memiliki peranan penting dalam menentukan, bagaimana sebuah bisnis mampu bertumbuh dengan baik.

Salah satu bentuk penerapan chatbot yang dikombinasikan dengan manusia adalah dengan memfokuskan fungsinya untuk melayani konsumen selama 24/7. Dengan teknologi chatbot, konsumen mampu berkomunikasi secara langsung dengan sebuah bisnis secara real-time dengan tingkat akurasi pengenalan bahasa yang tinggi.

Sementara itu, pada sisi operasional, kehadiran manusia sebagai agen customer service dapat difokuskan pada tingkat pekerjaan yang lebih sulit serta melibatkan sisi emosional, terutama dalam kasus keluhan pelanggan.

Teknologi chatbot pun merupakan sebuah inovasi teknologi yang mampu berjalan berdampingan dengan manusia. Kecanggihannya memberikan kesempatan bagi manusia untuk fokus pada masalah yang belum bisa ditangani, sehingga penyusunan strategi operasional yang tepat mampu berorientasi ke arah bisnis yang semakin efisien serta produktif.

“Produk kami, Kata Platform, memiliki tingkat akurasi tinggi untuk mengenali bahasa Indonesia secara cepat dengan tingkat akurasi ketepatan mencapai 87%,” tuturnya.

Penggunaan Bahasa Indonesia memiliki tantangan tersendiri karena begitu banyak istilah serta slang yang berkembang di berbagai kalangan usia. “Selain itu, dengan menerapkan chatbot pada bisnis, riset internal kami membuktikan bisnis mampu menghemat biaya operasional sampai 70%,” pungkas Irzan.

Baca juga: Startup Kata.ai Raih Investasi Rp 46,5 Miliar

Kata Platform

Sementara itu, Kata.ai merupakan perusahaan teknologi kecerdasan artifisial yang berdiri sejak 2015 dengan memfokuskan bisnis pada pengembangan teknologi natural language processing lewat produk chatbot Kata Platform.

Solusi tersebut pun telah mampu membantu lebih dari 150 perusahaan dari berbagai industri, meliputi industri telekomunikasi, finansial, FMCG, ritel, serta healthcare.

Tahun 2021, Kata.ai berhasil meraih sertifikat ISO 27001:2013 sebagai wujud kemampuan untuk mengelola keamanan data yang mengikuti standar Information Security Management System (ISMS) dari CBQA Global.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN