Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juda Agung. Foto: IST

Juda Agung. Foto: IST

BI Perkuat Prakarsa Ketahanan Siber

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:13 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memperkuat ketahanan siber baik di internal bank sentral maupun lingkup industri keuangan. Itu diwujudkan melalui peluncuran Program Budaya Keamanan Siber serta pembentukan pusat ketahanan siber antarlembaga di Indonesia dan membangun tim respons atas insiden komputer terkait keamanan keuangan.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengungkapkan, inisiatif tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Central Banking Publication (CBP) dengan memberikan penghargaan Cyber Resilience Initiative (insiatif ketahanan siber) dalam Central Banking's FinTech RegTech Global Awards tahun 2022.

“Ketahanan siber harus diupayakan pada aspek manusia, proses, dan teknologi. Dalam Program Budaya Keamanan Siber ini, kami tidak hanya fokus pada manusia sebagai faktor krusial, namun juga secara holistik sehingga dapat bersama membangun ekosistem keuangan yang lebih kuat,” ujar Deputi Gubernur BI Juda Agung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/6/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan, tidak ada senjata pamungkas untuk menjamin suatu organisasi terlepas dari ancaman dunia maya. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan keamanan berlapis yang mencakup manusia, proses, dan teknologi.

Central Banking Publications (CBP) merupakan lembaga publikasi yang memfokuskan pada pembahasan kebijakan publik dan pasar keuangan, dengan penekanan pada bank sentral, lembaga keuangan internasional, serta infrastruktur dan regulasi pasar keuangan. Sebanyak 19 penghargaan yang diberikan CBP mempertimbangkan pencapaian teknologi pada bank sentral, pengawas, dan penyedia teknologi komersial.

Dalam penghargaan tahunan yang diselenggarakan kali kelima tersebut, Bank Indonesia bersanding dengan bank sentral lainnya yang memperoleh penghargaan, antara lain Central Bank of Brazil (Brasil) pada kategori Data Management Initiative, Bank of Ghana (Republik Ghana) pada FinTech Policy of the Year, dan Bangko Sentral ng Pilipinas (Filipina).

Menurut Erwin, torehan prestasi dalam kancah internasional merupakan catatan penting, namun tak semata menjadi ukuran tunggal maupun tujuan akhir. Inisiatif memperkuat ketahanan siber oleh BI perlu dilakukan bukan hanya dari dan untuk BI, namun juga diperlukan sinergi bersama industri keuangan dan masyarakat.

“Ke depan, Bank Indonesia bersama lembaga terkait serta industri keuangan berupaya memperkuat ketahanan siber guna menjaga stabilitas sistem keuangan,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN