Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasiruang siber. ( Foto ilustrasi: Istimewa )

Ilustrasiruang siber. ( Foto ilustrasi: Istimewa )

Memperkuat Ruang Siber

Rabu, 25 Jan 2023 | 20:59 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di Indonesia dalam berbagai sektor mengharuskan kita turut meningkatkan kesadaran akan urgensi dari infrastruktur siber yang tangguh, mulai dari sumber daya manusia yang kompeten, hingga sistem keamanan yang tepat.

Peningkatan isu keamanan siber membuat kita harus cekatan dalam membantu seluruh elemen di Indonesia untuk melindungi diri dari setiap ancaman siber yang ada. Dimulai dengan mengedukasi masyarakat dalam memahami masalah yang terjadi sehingga setiap orang dapat menjaga datanya tetap aman.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian dalam pembukaan ITSEC: Cybser Security Summit 2023 mengatakan, keamanan ruang siber nasional itu tidak bisa hanya satu bagian atau satu institusi tertentu. “Harus bersifat semesta dengan melibatkan semua komponen bangsa. Pemerintah harus berkolaborasi dengan pelaku bisnis dan akademisi dalam menjaga keamanan ruang digital,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hinsa juga memaparkan bahwa data anomali traffic pada 2022 hasil monitoring dari pusat operasi keamanan siber BSSN ada hampir 1 M atau 976 juta lebih ini anomali ancaman yang ada di ruang siber, seperti malware activity (56,84%), information leak (14,75%), trojan activity (10,90%), dan yang lainnya (17,51%).

Advertisement

CEO of StoneTree Group Patrick Dannacher menjelaskan, melaui event ITSEC: Cyber Security Summit 2023, ITSEC Asia berupaya memberikan kesadaran, pelayanan, dan bantuan untuk membangun ekosistem sehingga dapat menciptakan ruang digital yang aman di kemudian hari.

Sedangkan President Director ITSEC Asia Andri Hutama Putra dalam sesi konferensi pers mengatakan, seluruh pihak harus dapat bekerja sama secara konkret dan bergandengan tangan untuk saling membantu, baik BSSN, ITSEC Asia sebagai pelaku usaha, dan Pemerintah Indonesia, untuk menjaga keamanan ruang lingkup digital di kemudian hari.

Dunia digital tidak pernah berhenti berevolusi dan berkembang, begitu juga dengan ancaman siber yang semakin bervariasi dan beragam. Karena itu, acara konferensi ini membahas beragam tantangan utama yang perlu diwaspadai oleh institusi dan korporasi dalam lanskap keamanan teknologi informasi pada 2023 dan tahun-tahun mendatang. Di antaranya evolusi kecanggihan serangan siber.

Dengan munculnya teknologi generasi lanjutan seperti kecerdasan buatan (artificial intelligent), cloud computing, serta teknologi lainnya, penjahat siber menciptakan teknik yang lebih kompleks dan efektif yang diharapkan dapat jauh lebih berbahaya, menjadi lebih canggih, dapat beroperasi secara mandiri, dan semakin sulit dideteksi.

Peningkatan penggunaan perangkat pintar menghadirkan konektivitas yang memungkinkan pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mendorong produktivitas dan kemampuan mereka dalam beraktivitas. Pada 2020 diperkirakan lebih dari 20 miliar perangkat IoT akan terhubung secara global. Penerapan kultur hybrid working yang telah diterapkan selama beberapa tahun ini dan diprediksi akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan juga menunjukkan bagaimana kebutuhan masyarakat akan teknologi semakin tinggi—menciptakan peluang besar bagi penjahat siber untuk mengeksploitasinya.

Dengan pemberlakuan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2022 tentang Perlindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV), para pemangku kebijakan perlu lebih serius dan waspada dalam menghadapi kemungkinan terjadi kebocoran data ataupun kerugian lain yang diakibatkan oleh serangan-serangan siber. ITSEC: Cyber Security Summit 2023 ini diharapkan dapat menjadi sarana yang tepat dalam melakukan sosialisasi mengenai urgensi dari penegakan kebijakan IIV bagi para pemangku kebijakan cyber security.

Kejahatan siber tingkat tinggi baru-baru ini telah menyebabkan perusahaan di seluruh dunia mengantisipasi kemungkinan ada kerentanan dan implikasi negatif pada bisnis mereka. Tahun lalu total pengeluaran keamanan siber di Asia Tenggara diperkirakan mencapaiUSD1,90 miliar dan diperkirakan akan tumbuh hinggaUSD5,45 miliar pada 2025. Saat ini juga banyak pihak yang menganggap penerapan sistem keamanan informasi yang canggih sebagai bentuk investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan peluang sebuah perusahaan dan organisasi dalam bertahan dari serangan-serangan siber yang semakin gencar.

President Director ITSEC Asia Andri Hutama Putra juga turut menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan ITSEC: Cyber Security Summit 2023 ini. “Sebagai perusahaan penyedia jasa keamanan informasi, kami harap acara ini dapat menjadi ajang bagi para pemangku kebijakan cyber security untuk saling bertukar informasi, ide, dan gagasan, serta memberikan wawasan yang dibutuhkan dalam membangun ekosistem keamanan informasi yang tangguh di Indonesia,” tutup Andri.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com