Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi TV digital. (ist)

Ilustrasi TV digital. (ist)

ATVSI Kritisi Pemenang Penyelenggara Multipleksing TV Digital

Minggu, 2 Mei 2021 | 20:36 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) mendukung proses migrasi digital dan pelaksanaan analog switch off (ASO) sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Namun, pelaksanaan digitalisasi dan ASO tersebut harus dapat menjamin keberlangsungan usaha dari lembaga penyiaran swasta (LPS) yang sudah ada.

Seiring dengan itu, Ketua ATVSI Syafril Nasution menyayangkan pelaksanaan seleksi penyelenggara multipleksing di 22 provinsi yang mengabaikan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2021, khususnya Pasal 78 ayat 10 dan 11. Ketentuan tersebut mensyaratkan pemenang seleksi haruslah LPS yang sudah menjadi penyelenggara multipleksing (mux) dan telah melakukan investasi infrastruktur penyiaran.

Ketentuan ini merupakan pengejawantahan dari UU Cipta Kerja yang memberikan jaminan agar investasi infrastruktur dan SDM tidak mubazir, sehingga pada saat terjadi ASO, yang menjadi penyelenggara multipleksing adalah pihak-pihak yang benar-benar terkualifikasi dari segi pengalaman dalam mengoperasikan mux maupun membangun infrastruktur digital.

“Dalam proses pembukaan dokumen seleksi multipleksing telah ditemukan fakta,, salah satu peserta seleksi tidak memenuhi ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Kepmen Kominfo nomor 88 tahun 2021 (Kepmen 88/2021) dan Dokumen Seleksi tentang Seleksi Lembaga Penyiaran Swasta Sebagai Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial Tahun 2021 tertanggal 9 Maret 2021 (“Dokumen Seleksi”). Oleh karena itu, perusahaan itu harus dinyatakan gugur, namun ternyata menjadi pemenang seleksi,” ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (30/4/2021).

Dia melanjutkan, berdasarkan butir 6.8.4 Lampiran ll Kepmen 88/2021, tim seleksi menyusun berita acara hasil seleksi berdasarkan hasil evaluasi teknis yang memuat daftar urutan peringkat hasil seleksi untuk setiap wilayah layanan di setiap provinsi dan diurutkan dari nilai seleksi tertinggi ke nilai seleksi terendah. Dalam pengumuman pemenang seleksi tanggal 26 April 2021, tim seleksi tidak mengumumkan hasil peringkat seleksi sesuai butir 6.9 Lampiran ll Kepmen 88/2021 dan skoring masing-masing peserta seleksi tersebut.

Di samping itu, dia menegaskan, pengalokasian frekuensi dan jumlah mux yang ditenderkan dan dikompetisikan dalam proses seleksi berdasarkan Kepmen 88 /2021 dan Dokumen Seleksi tidak sejalan dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 6 tahun 2019 tentang Rencana Induk Frekuensi Radio Untuk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran Digital Terestrial pada Pita Frekuensi Radio UHF (PM 6/2019”). Berdasarkan PM 6/2019, rata-rata disetiap provinsi akan dialokasikan 6 mux.

ATVSI, kata dia, telah menyampaikan surat No. 017/ATVSI/K-S/III.2021 tanggal 25 Maret 2021, agar jumlah mux yang ditenderkan dan diperebutkan dalam Kepmen 88/2021 disesuaikan dengan jumlah alokasi frekuensi yang ditetapkan dalam PM 6/2019.

Dengan telah diumumkannya pemenang Mux di 22 provinsi pada 26 April 2021, dia menuturkan, Kementerian Komnikasi dan Informatika (Kemkominfo) tidak memperhatikan investasi yang telah dilakukan oleh LPS eksisting anggota ATVSI, seperti tanah, bangunan, tenaga kerja, menara dan sebagainya di suatu daerah, sehingga tidak ada jaminan kelangsungan dan kontinuitas pekerjaan para karyawan LPS yang ada di daerah.

ATVSI, kata dia, mengusulkan kepada Kemenkominfo untuk mengalokasikan jumlah mux pada 22 provinsi dimaksud disesuaikan dengan PM No. 6/2019, sebagai solusi perlindungan investasi yang telah dilakukan oleh LPS eksisting anggota ATVSI.

 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN