Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Country Leader PT AWS Indonesia Gunawan Susanto. (Foto; Emanuel Kure/ID)

Country Leader PT AWS Indonesia Gunawan Susanto. (Foto; Emanuel Kure/ID)

AWS Jamin Keamanan Data Pelanggan Cloud

Emanuel Kure, Selasa, 5 November 2019 | 07:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Amazon Web Services (AWS) Cloud, penyedia layanan komputasi awan (cloud) yang berbasis di Amerika Serikat (AS), memastikan jaminan keamanan data pelanggan yang disimpan di AWS Cloud. Sebab, AWS Cloud memiliki konsep security yang memastikan pelanggan dijamin keamanan data.

AWS Cloud telah memiliki regulasi dan sertifikasi yang dibutuhkan oleh industri maupun pemerintah dengan jaminan keamanan data. Meski demikian, customer dan juga provider cloud (AWS) tetap berbagi peran dan tanggung jawab untuk menjaga agar data-data yang disimpan di cloud tetap aman dan tidak diretas.

Country Leader PT AWS Indonesia Gunawan Susanto mengatakan, di AWS, antara pelanggan dan penyedia cloud harus share responsbility. Maksudnya, pelanggan juga memiliki tanggung jawab yang sama dengan penyedia cloud untuk memastikan keamanan datanya.

“Sebagai penyedia infrastruktur, kami harus bisa memastikan bahwa tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab masuk ke dalam infrastruktur. Kami memastikan dari sisi compute, storage, database, dan juga networking,” kata Gunawan di Jakarta, Senin (4/11).

Sementara itu, pelanggan juga harus bisa memastikan kemanan datanya sendiri. Misalnya, tidak memberikan password kepada orang lain, tidak menyimpan data sembarangan, dan juga tindakan-tindakan yang dapat merugikan pelanggan sendiri.

“Karena, kami tidak bisa melihat data pelanggan. Kami juga tidak bisa mengakses data pelanggan. By design, AWS gak boleh akses data. Kami hanya meyediakan infrastruktur dan tools. Jadi, customer juga harus bisa memastikan bahwa data-data-nya secure,” jelasnya.

Dia melanjutkan, tugas dari penyedia cloud seperti AWS adalah membuat supaya adopsi dari cloud bisa lebih mudah. AWS betugas untuk memastikan kemanan cloud dan juga menyediakan tools-tools yang dapat membantu customer dalam mengadopsi cloud.

Gunawan juga melihat, saat ini, banyak perusahaan yang sudah mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (machine learning/ML) untuk kebutuhan analitik data melalui apa yang disebut data lake.

Enterprise mulai adopsi AI dan ML. Bagaimana membangun data lake untuk kebutuhan analitik ke depan. Tetapi, memang ada enterprise yang masih tahap awal, baru perkenalan. Kami menemukan level yang berbeda,” tuturnya.

Di sisi lain, melaihat tren adopsi cloud yang terus meningkat di Indonesia. AWS pun berkomitmen untuk membangun region data center di Indonesia yang disebut availability zones. Targetnya, pada 2022, ada tiga availability zones yang akan dibangun di Indonesia.

“Itu semua karena permintaan dari customer kami, sehingga kebutuhan cloud bisa terpenuhi bagi pelanggan di Indonesia. Kami juga sudah memiliki region dengan 2-3 availability zones di beberapa negara lain di tingkat global,” tutur Gunawan.

Senior Technical Evangelist AWS Asean Donnie Prakoso menambahkan, ke depan, AWS merencanakan pembukaan sejumlah region baru, antara lain Jakarta, Milan, dan Cape Town. “Dari satu region baru akan ada multiple avaliability zone. Nah, dari avaliability zone itu, minimun ada dua data center,” ujarnya.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA