Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BSSN Hinsa Siburian (keempat dari kiri) dalam acara Cyber Security Indonesia Conference di Jakarta, Rabu (6/11). (Foto: Emanuel Kure/ID)

Kepala BSSN Hinsa Siburian (keempat dari kiri) dalam acara Cyber Security Indonesia Conference di Jakarta, Rabu (6/11). (Foto: Emanuel Kure/ID)

BSSN Ingatkan Potensi Ancaman Kejahatan Siber

Emanuel Kure, Rabu, 6 November 2019 | 19:59 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyoroti tentang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terus berubah setiap waktu di Indonesia dan merupakan bagian dari tatanan pengaruh globalisasi. Karena itu, kemajuannya juga tak lepas dari suatu ruang dan potensi kejahatan siber global.

Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan, perkembangan teknologi tersebut juga menjadi tantangan baru bagi penyiapan strategi pertahanan dan keamanan siber di Tanah Air, baik di tingkat pemerintah, infrastruktur kritis nasional, maupun masyarakat. Pasalnya, TIK juga memberikan manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan perubahan kehidupan sosial.

“Di sisi lain, hal ini juga membawa risiko, ancaman baru keamanan informasi seperti pencurian, kebocoran data, serta munculnya unauthorized network access, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya mengamankannya,” kata Hinsa, dalam acara Cyber Security Indonesia Conference di Jakarta, Rabu (6/11).

Menurut dia, untuk dapat mengatasi tantangan tersebut, semua pihak diharapkan dapat membangun kapasitas dan kapabilitas dalam menghadapi ancaman siber sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.

Hal tersebut bisa dilakukan melalui kolaborasi melalui working group, investigasi, dan penelitian bersama terkait teknologi, tren, dan permasalahan siber, dan capacity building dengan melaksanakan cyber security training.

“Konferensi ini akan menjadi momen yang sangat strategis sebagai salah satu sarana dalam berbagi informasi mengenai keamanan siber, menumbuhkan, serta meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan siber dalam mewujudkan keamanan dan ketahanan siber nasional,” ujarnya.

Dia menyampaikan strategi keamanan siber nasional sangat diperlukan untuk membangun dan menerapkan tata kelola keamanan siber yang efektif, membangun kemandirian teknologi keamanan siber, mencegah dan mengelola ancaman, insiden, atau serangan siber.

“Hal itu untuk meningkatkan budaya dalam ruang siber serta mengoptimalkan sumber daya keamanan siber. Sasaran yang harus dicapai untuk mewujudkan strategi keamanan siber, yaitu dengan meningkatkan ketahanan dan kapabilitas siber, menciptakan ekosistem inovasi keamanan siber, penguatan kerangka hukum di bidang keamanan siber, kerja sama internasional dan diplomasi siber,” ungkap Hinsa.

Selama hampir tiga tahun terakhir, BSSN berkomitmen untuk terus berperan dalam membangun keamanan dan ketahanan siber nasional. Bahkan, berdasarkan laporan Global Cybersecurity Index (GCI) yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union (ITU), peringkat Indonesia telah membaik dari ke-70 pada tahun 2017 menjadi peringkat ke-41 pada 2018, dari 194 negara.

Peningkatan peringkat GCI yang sangat signifikan itu tidak terlepas dari dukungan dan peran aktif para pemangku kepentingan keamanan siber nasional yang dikonsolidasikan oleh BSSN dalam membangun dan mengembangkan ekosistem keamanan siber untuk mendukung peningkatan keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Penilaian GCI memiliki lima pilar parameter yang meliputi aspek legal, teknikal, organisasi, pembangunan kapasitas, dan aspek kerja sama. Kelima pilar tersebut menjadi salah satu landasan dalam menyusun Strategi Keamanan Siber Nasional.

Ancaman Internet

Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Telekomunikasi Indonesia (ATSI) Danny Buldansyah mengungkapkan, sebagai salah satu stakeholder yang terus melakukan koordinasi bersama BSSN, pihaknya selalu mendukung dan memberikan berbagai masukan terkait tren perkembangan ancaman siber berkembang yang dialami oleh asosiasi.

Menurut dia, salah satu ancaman kejahatan siber yang paling besar berasal dari aktivitas di internet. “Kan, yang paling besar threat itu datangnya dari internet. Nah, ini bagaimana bisa dihubungkan dengan BSSN, sehingga bisa melihat apa yang terjadi, kemudian akan ada tools untuk memonitor. Setelah itu yang di bawah, bagaimana fintech supaya jangan sampai bocor dan lain-lain,” ujar Danny.

Menurut dia, BSSN telah memiliki roadmap untuk membantu berbagai stakeholder demi menjaga ketahanan siber nasinoal. ATSI pun akan berperan besar di dalamnya untuk memastikan keamanan siber dan data security para pelanggan. Namun, keterlibatan masyarakat dan lembaga, baik pemerintah maupun swasta juga dibutuhkan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA