Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo. (Foto: dld-conference.com/IST)

Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo. (Foto: dld-conference.com/IST)

Bukalapak Diterpa Isu PHK Karyawan

Muhammad Ade Irfan, Selasa, 10 September 2019 | 19:34 WIB

JAKARTA, investor.id - Bukalapak, salah satu perusahaan teknologi yang sudah berstatus unicorn di Tanah Air, dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya pada beberapa divisi. Namun, manajemen Bukalapak menanggapinya dengan tidak gamblang. Manajemen menyebutnya sedang melakukan penataan diri secara internal

Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo mengungkapkan, sejak Bukalapak berdiri sembilang tahun yang lalu, atau 2010, perkembangan teknologi belum sepesat sekarang. Penataan diri internal di dalam suatu perusahaan sekarang pun sangat diperlukan guna mengikuti dinamika perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian maju dan beragam.

“Penataan diri dari dalam suatu perusahaan sangat diperlukan untuk dilakukan. Tentunya juga harus dilakukan untuk mengikuti dinamika ini,” ujar Teddy, dalam keterangan persnya, Selasa (10/9).

Teddy menjelaskan, kehadiran Bukalapak bertujuan untuk menjadi perusahaan yang terus bertumbuh dan menciptakan dampak positif untuk Indonesia. Karena itu, penyelarasan perlu dilakukan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang serta melakukan penataan yang diperlukan dan menentukan arah selanjutnya.

Menurut dia, menjadi perusahaan yang berkelanjutan (sustainable e-commerce) penting bagi Bukalapak. “Karena, walaupun pertumbuhan gross mechandise volume (GMV) adalah indikator yang penting bagi semua e-commerce, Bukalapak telah melangkah ke tahap yang lebih jauh dan menghasilkan kenaikan dalam monetisasi, memperkuat profitabilitas, yang saat ini berjalan dengan baik dan bahkan melampaui ekspektasi kami,” tuturnya.

Teddy juga menuturkan, laba kotor (gross profit) Bukalapak pada pertengahan 2019 telah naik tiga kali dibandingkan pertengahan 2018. Hal ini telah mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama delapan bulan terakhir.

Dia menyampaikan, pihaknya ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan. Dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup, Bukalapak pun menargetkan untuk dapat mencapai titik impas (break even point), bahkan keuntungan dalam waktu dekat.

“Bagi para pengguna dan partner bisnis kami, penataan ini berarti kami bisa memfokuskan diri untuk meningkatkan layanan dan memberi dampak positif lebih luas,” pungkas Teddy.

Sementara itu, sumber yang dikutip Antara menginformasikan, ada ratusan karyawan yang akan terdampak kebijakan penataan internal Bukalapak tersebut. PHK menimpa beberapa divisi di Bukalapak, termasuk di antaranya bagian engineering, dan pemasaran.

Bukalapak masuk ke kelompok start-up unicorn di Indonesia, perusahaan yang dirintis oleh CEO Achmad Zaky dan kawan-kawannya ini sudah beroperasi selama sembilan tahun. Unicorn adalah istilah untuk perusahaan rintisan dan terus berkembang dan valuasinya minimal US$ 1 miliar, atau sekitar Rp 14,1 triliun.

Berangkat sebagai perusahaan yang menyediakan lapak untuk mempertemukan transaksi secara elektronik dengan pembelinya (e-commerce/marketplace), Bukalapak kini menjelma menjadi perusahaan berbasis teknologi dan mengembangkan beragam layanan di platformnya.

Tak hanya sebagai marketplace, Bukalapak kini juga menyediakan layanan finansial dan investasi, sehingga lebih suka disebut perusahaan teknologi. Selain berkantor pusat di Jakarta, Bukalapak memiliki pusat riset di Bandung dan Surabaya. (lm)

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN